nusatimes.id – Pembinaan atlet di Sekolah Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Gorontalo kembali menunjukkan hasil positif. Tradisi melahirkan atlet yang menembus tim nasional (timnas) terus terjaga. Kali ini, atlet sepaktakraw binaan Gorontalo mendapat kesempatan memperkuat Indonesia di pentas internasional.
Pengelola SPOBDA Gorontalo, Mohamad Zein Mooduto, mengaku bangga dengan capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan atlet binaan menembus timnas menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini masih berada di jalur yang tepat.
Kebanggaan itu semakin terasa karena tradisi menyumbangkan atlet ke timnas telah terjaga sejak belasan tahun lalu. Artinya, Gorontalo tidak hanya berupaya mencetak atlet untuk berjaya di tingkat daerah, tetapi juga menyiapkan talenta yang mampu bersaing membawa nama Indonesia.
“Sebagai pengelola SPOBDA, tentu kami bangga. Atlet binaan bisa menembus timnas merupakan kebanggaan tersendiri. Tradisi ini harus terus dijaga melalui pembinaan yang konsisten,” menjadi pesan penting dari keberhasilan tersebut.
AFRIZAL DJAFAR BAWA NAMA GORONTALO
Salah satu atlet yang mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia adalah Afrizal Djafar. Berdasarkan surat pemanggilan Pengurus Besar Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PB PSTI) tertanggal 24 Oktober 2026, Afrizal masuk dalam daftar atlet putra Indonesia untuk mengikuti World Championship U-19 di Manila, Filipina, pada 24–30 November 2026.
Afrizal tercatat menempati posisi feeder dalam skuad putra Indonesia. Ia menjadi satu-satunya atlet asal Gorontalo yang tercantum dalam daftar tersebut.
Pemanggilan ini menjadi kesempatan penting bagi Afrizal untuk menguji kemampuan di level internasional. Persaingan di kejuaraan dunia kelompok umur tersebut juga menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet sepaktakraw.
Sesuai surat PB PSTI, seluruh kontingen dijadwalkan berkumpul di Jakarta pada 21 November 2026 untuk menjalani latihan bersama selama tiga hari sebelum bertolak ke Manila pada 24 November 2026.
PEMBINAAN BERKELANJUTAN JADI KUNCI
Bagi SPOBDA Gorontalo, keberhasilan atlet menembus timnas bukanlah garis akhir. Justru, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan dan membuka jalan bagi atlet-atlet muda lainnya.
Konsistensi latihan, kedisiplinan, dukungan pelatih, serta kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam membangun atlet yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Tradisi yang telah terjaga selama belasan tahun itu diharapkan terus berlanjut. Dengan demikian, semakin banyak atlet binaan Gorontalo yang mampu masuk radar timnas dan mendapat kesempatan membela Merah Putih.
Kini, perhatian tertuju kepada Afrizal Djafar yang akan membawa nama Gorontalo di kejuaraan dunia U-19. Kesempatan tersebut menjadi panggung pembuktian sekaligus motivasi bagi atlet muda lainnya.
Targetnya jelas: menjaga tradisi, memperkuat pembinaan, dan terus melahirkan atlet Gorontalo yang mampu mengibarkan Merah Putih di panggung internasional. (*)






