Scroll untuk baca artikel
Olahraga

FORKI Gorontalo Tatap Agenda Lebih Besar Usai Sukses Gelar Kejurda

×

FORKI Gorontalo Tatap Agenda Lebih Besar Usai Sukses Gelar Kejurda

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Sukses menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Piala Gubernur 2026 menjadi modal penting bagi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Gorontalo untuk menatap agenda yang lebih besar. Berikutnya, pemusatan latihan daerah (Pelatda) disiapkan untuk menggenjot kemampuan atlet potensial menuju Kejurnas FORKI, Pra-PON, hingga PON.

Sekretaris FORKI Gorontalo, Ferdinan Mayulu, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari di GOR David Tony, Limboto, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut.

“Alhamdulillah, Kejurda FORKI kemarin berjalan dengan sangat sukses, tertib, dan lancar. Saya atas nama pengurus menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, dewan wasit, para pelatih, ofisial, dan seluruh atlet dari masing-masing dojo dan perguruan yang telah menjunjung tinggi sportivitas,” kata Ferdinan.

Menurutnya, keberhasilan Kejurda tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan. Ada tiga aspek penting yang menjadi catatan positif, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, dan pembinaan karakter.

Dari sisi penyelenggaraan, seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal dan standar FORKI. Sementara dari sisi prestasi, kejuaraan tersebut menghadirkan sejumlah atlet potensial yang mampu memberikan kejutan, termasuk atlet-atlet yang bukan langganan juara.

Munculnya bibit-bibit baru itu menjadi sinyal positif bagi pembinaan karate di tingkat dojo dan perguruan. Artinya, peluang untuk melahirkan atlet berprestasi masih terbuka lebar jika dibarengi pembinaan yang konsisten.

Tak kalah penting, Kejurda juga menjadi ruang untuk memperkuat karakter para karateka. Semangat bushido, sikap saling menghormati, dan jiwa kesatria terlihat selama pertandingan berlangsung.

“Kalah menang tetap bersalaman. Itulah esensi karate yang ingin kita jaga,” tegasnya.

Ferdinan menambahkan, Kejurda bukan sekadar ajang berburu medali. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi sarana pendataan dan seleksi awal untuk memetakan atlet yang berpotensi melangkah ke level lebih tinggi.

Bidik Pelatda dan Perkuat Pembinaan

Mengacu pada arahan Ketua Umum FORKI Provinsi Gorontalo, Daniel Ibrahim, jajaran pengurus menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan prestasi karate daerah.

Salah satu prioritasnya adalah mengupayakan Pelatda bagi atlet-atlet dengan hasil terbaik di Kejurda. Melalui program tersebut, atlet potensial diharapkan mendapatkan pembinaan lebih intensif, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding.

Targetnya jelas, karateka Gorontalo bisa tampil lebih kompetitif pada Kejurnas FORKI dan agenda kualifikasi menuju PON mendatang.

Selain peningkatan prestasi, FORKI juga ingin memperkuat soliditas organisasi. Ferdinan menegaskan, seluruh perguruan yang berada di bawah naungan FORKI merupakan satu keluarga besar yang harus berjalan bersama.

Menurutnya, tidak boleh ada sekat ant perguruan jika karate Gorontalo ingin kembali berjaya di tingkat nasional. Kebersamaan dan sinergi menjadi kunci untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

FORKI Gorontalo juga berharap dukungan dari KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta para orang tua atlet terus mengalir, terutama dalam pembinaan karateka usia dini.

Atlet kategori pra-pemula dan pemula dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan karate Gorontalo. Karena itu, pembinaan sejak usia dini perlu mendapat perhatian serius agar daerah tidak kehabisan stok atlet potensial.

“Harapan kami, FORKI semakin solid dan pembinaan atlet usia dini terus mendapat dukungan. Mohon doanya agar program kerja FORKI Provinsi Gorontalo ke depan semakin baik,” pungkas Ferdinan.

Dengan berakhirnya Kejurda Piala Gubernur 2026, pekerjaan FORKI Gorontalo kini berlanjut pada tahap evaluasi, seleksi atlet, dan penguatan pembinaan. Tantangan berikutnya adalah mengubah hasil positif di tingkat daerah menjadi prestasi nyata di panggung nasional. (*)

Apa Komentar Anda?