nusatimes.id – Atlet karate Indonesia asal Gorontalo, Zaskia Putri Salurante, kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Kali ini, atlet binaan Sekolah Pembinaan Olahraga Daerah (SPOBDA) Gorontalo tersebut sukses mempersembahkan medali perak pada kejuaraan terbuka Moscow Karate Universe International 2026 di Moskow, Rusia.
Prestasi membanggakan itu diraih Zaskia setelah melewati persaingan ketat pada kejuaraan yang berlangsung 30 Oktober hingga 1 November 2026. Menariknya, Zaskia yang masih berstatus atlet junior berani turun di kategori Senior kelas Kata Female. Dia harus berhadapan dengan sejumlah karateka berpengalaman yang telah mengukir prestasi di berbagai kejuaraan internasional.
Perjalanan Zaskia menuju partai final tidaklah mudah. Karateka yang akrab disapa Kia itu sukses melewati sejumlah lawan tangguh, termasuk atlet Iran, Fatemeh Sadeghi Dastak, yang saat ini menempati peringkat kedelapan dunia WKF. Fatemeh bukan lawan sembarangan. Dia pernah meraih medali emas Islamic Solidarity Games 2025 dan perak World Beach Games 2019.
Selain menghadapi atlet Iran tersebut, Zaskia juga berhasil mengalahkan lima atlet tuan rumah Rusia. Perjuangannya berlanjut dengan menyingkirkan karateka asal Bulgaria, Turkmenistan, dan Thailand untuk memastikan tiket ke partai final. Namun, langkah Zaskia untuk meraih emas harus terhenti setelah kalah dari atlet Spanyol yang menempati peringkat ketiga dunia kategori Senior.
Meski harus puas dengan medali perak, hasil tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Zaskia. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di kategori Senior pada kejuaraan internasional.
“Saya sangat senang meski juara dua. Ini juga pertama kali saya tampil di kategori Senior. Lawan yang dihadapi merupakan atlet terbaik dunia, sementara saya masih atlet junior. Ini pengalaman berharga bagi saya bisa berhadapan dengan atlet senior di tingkat internasional,” kata Zaskia saat tiba di Gorontalo, Rabu (4/11/2026).
Dia mengaku akan menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan. Zaskia pun memasang tekad lebih tinggi untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
“Saya akan melakukan perbaikan atas kesalahan yang masih ada. Saya bertekad pada kejuaraan nanti bisa mengalahkan atlet senior dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Gorontalo, Ferdinan Mayulu, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Zaskia. Menurutnya, medali perak tersebut bukan hasil yang mudah diraih karena kejuaraan Moscow Karate Universe International 2026 diikuti karateka berkualitas yang memiliki rekam jejak prestasi di berbagai kompetisi internasional.
“Kami dari FORKI Provinsi Gorontalo sangat bangga dengan prestasi ini. Baru perdana tampil di kategori Senior, Kia mampu mempersembahkan medali perak. Ini luar biasa. Kejuaraan terbuka ini diikuti atlet terbaik dunia sehingga tidak mudah untuk meraih medali, apalagi Zaskia masih atlet junior,” ujar Ferdinan.
Dia menilai keberhasilan Zaskia menjadi catatan penting sekaligus modal berharga bagi FORKI Gorontalo dalam menyusun program pembinaan atlet ke depan. Ferdinan berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi karateka lainnya di Gorontalo untuk semakin giat berlatih dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di level internasional.
Lebih jauh, Zaskia diproyeksikan menjadi salah satu andalan Gorontalo dalam menghadapi agenda kejuaraan nasional, termasuk persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028. Pada Moscow Karate Universe International 2026, Indonesia mengirimkan empat karateka, yakni Ceyco Georgia Zefanya, Zaskia Putri Salurante, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, dan Leica Al Humaira Lubis.
Catatan prestasi Zaskia di level internasional juga terbilang impresif. Kejuaraan di Rusia tersebut menjadi penampilan internasionalnya yang ke-10. Dari 10 kali keikutsertaan, sembilan di antaranya berhasil berbuah medali. Rinciannya, enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Koleksi tersebut menjadi bukti konsistensi Zaskia dalam menjaga performa sekaligus menunjukkan bahwa karateka muda Gorontalo mampu bersaing di panggung dunia. (*)






