nusatimes.id – Pembinaan prestasi olahraga bukan hanya soal tehnik, fisik, materi latihan yang mumpuni, dan asupan gizi atlet semata. Hal lain yang patut menjadi perhatian yakni dari sisi media, khususnya soal ortopedi yang meliputi diantaranya persoalan penanganan cedera atlet.
Hal ini disampaikan Kadispora Provinsi Gorontalo, DR. Daniel Ibrahim saat menerima kunjungan dari dokter ahli ortopedi, dr. Irma Darise, Sp.OT, (K) Spine, Dipl. Of Pain, Rabu (21/5/2025) di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut ia menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk turut mengabdi dalam proses pembinaan atlet daerah serta memberikan masukan atas perkembangan atlet SPOBDA dalam bidang medis khususnya ortopedi.
Dr. Irma Darise, merupakan putri daerah kelahiran Gorontalo, yang menyampaikan langsung niatnya untuk berkontribusi dalam mendampingi para atlet muda yang menjalani pembinaan intensif di asrama SPOBDA. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan penanganan cedera secara profesional bagi para atlet, terutama yang sedang berada pada usia emas pembinaan.
“Saya merasa terpanggil untuk turut serta dalam proses pembinaan atlet daerah, khususnya dalam memberikan layanan ortopedi yang berfokus pada pencegahan dan penanganan cedera olahraga. Ini adalah bentuk bakti saya sebagai putri Gorontalo,” ujar dr. Irma.
Sementara itu Kadispora Provinsi Gorontalo, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan terima kasih atas keseriusan dr. Irma dalam membantu daerah dalam pengembangan olahraga khususnya bidang medis.
“Kami sangat mengapresiasi niat baik dr. Irma. Kehadiran tenaga medis profesional khususnya di bidang ortopedi akan menjadi penguatan penting dalam sistem pembinaan SPOBDA. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat, berprestasi, dan berkelanjutan,” kata Daniel Ibrahim.
Lebih lanjut beber Daniel, kerja sama ini ke depan akan diformalkan melalui mekanisme koordinasi dengan pihak SPOBDA dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Agar nantinya kunjungan rutin serta layanan medis yang diberikan dapat terintegrasi secara sistematis dalam agenda pembinaan atlet.
“Sinergi ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara dunia medis dan dunia olahraga dalam membangun prestasi daerah melalui pendekatan yang profesional, ilmiah, dan berkelanjutan,” harap Kadispora Provinsi Gorontalo kepada awak media ini. (*)












