Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Mahasiswa KKN Tematik UNG 2026 Dorong Mutu Cumi Kering Desa Mamungaa Lewat Teknologi Tepat Guna

×

Mahasiswa KKN Tematik UNG 2026 Dorong Mutu Cumi Kering Desa Mamungaa Lewat Teknologi Tepat Guna

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir. Kali ini, melalui program pelatihan peningkatan produktivitas dan mutu cumi kering di Desa Mamungaa, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan yang menjadi program inti KKN tersebut berlangsung selama masa pengabdian 42 hari, sejak 8 April hingga 20 Mei 2026. Fokus utama kegiatan adalah memperkuat kapasitas kelompok pengolahan ikan melalui introduksi teknologi tepat guna dan penerapan higienitas proses produksi.

Pelatihan dihadiri aparat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), kelompok pengolah ikan, hingga masyarakat setempat. Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN memperkenalkan alat pengering modern dan rak higienitas guna membantu meningkatkan kualitas produksi cumi kering yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat Desa Mamungaa.

Tak hanya menghadirkan inovasi alat, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait pentingnya sanitasi dan kebersihan dalam proses pengolahan hasil perikanan. Langkah ini dinilai penting agar produk olahan masyarakat memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui sesi praktik langsung, warga bersama mahasiswa mencoba penggunaan alat pengering serta menerapkan teknik pengolahan yang lebih bersih, efisien, dan modern.

Program tersebut diharapkan mampu membantu kelompok pengolah ikan meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menjaga mutu hasil olahan perikanan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN Tematik bersama Dosen Pembimbing Lapangan turut menyerahkan bantuan alat pengering kepada Pemerintah Desa Mamungaa. Penyerahan dilakukan secara simbolis di kantor desa dan diterima langsung oleh pihak pemerintah desa untuk selanjutnya dimanfaatkan kelompok pengolah ikan setempat.

Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan bahwa KKN Tematik bukan sekadar program pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa dalam mengembangkan potensi lokal masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga hadir membawa solusi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui KKN Tematik Tahun 2026, Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah melalui inovasi, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat desa. (*)

Apa Komentar Anda?