nusatimes – Sebagai penanggung jawab dan sekaligus pengelola Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) dan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo terus memantau proses seleksi atlet sehingga diperoleh hasil yang menjadi harapan semua insan karate di Gorontalo.
“Alhamdulillah Dinas Pemuda dan Olahraga sebelumnya telah membentuk tim seleksi atlet dimana kami bekerjasama dengan Pengprov FORKI untuk memohon calon atlet yang diseleksi. Kemudian melibatkan unsur tenaga medis dalam hal ini dokter untuk memeriksa kesehatan, dan psikologi dari calon atlet. Selanjutnya juga mereka di test dari sisi fisik yang dimana kami dibantu teman-teman dari fakultas olahraga UNG,” beber Danial Ibrahim, Kadispora Provinsi Gorontalo, Selasa (3/5/2025).
Dari empat atlet yang ikut ambil bagian pada seleksi ini, hanya 3 atlet kata Danial yang akan diterima sesuai dengan kuota yang diberikan Kemenpora kepada Provinsi Gorontalo.
“Jadi nanti hanya tiga atlet yang akan kita SK kan sebagai atlet SPOBNAS cabang olahraga karate, setelah tim seleksi memberikan hasilnya sembari tentu kemi akan terus konsultasikan kembali hasil seleksi ini Kemenpora,” kata Kadispora Provinsi Gorontalo.
“Terkait test psikologi sendiri, saya merasa itu sangat penting bagi atlet agar emosional mereka dapat terkontrol saat semuanya bergabung dalam satu asrama pemondokan. Sehingganya tentu mereka bukan hanya ditempa secara fisik, dan tehnik, tapi juga etika serta adab yang baik selama menjadi bagian dari SPOBNAS dan SPOBDA,” lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan FORKI Gorontalo, Ristho Luther yang juga memantau langsung jalannya seleksi atlet SPOBNAS Gorontalo juga mengatakan hal senada dan berharap hasil seleksi ini dapat menjadi atlet karate andalan Gorontalo dipentas nasional maupun internasional.
“Seleksi SPOBNAS ini sudah memasuki hari kedua dan tahapannya masih berjalan dan kita FORKI Provinsi Gorontalo terus memantau bagaimana jalannya seleksi ini sampai besok hari terakhir yang akan masuk tahapan psikotes dan kesehatan,” ucap Ristho Luther, sekertaris FORKI Gorontalo.
“Harapan dari FORKI sendiri, para calon-calon atlet SPOBNAS ini bisa lolos dan menjadi aset bagi FORKI dan Gorontalo pada umumnya,” lanjutnya.
Tambah Ristho, satu hal yang oleh FORKI sangat dipertegas yakni atlet yang dibina di SPOBDA maupun SPOBNAS bukan atlet yang belum lama latihan karate. Tapi lebih pada atlet yang sudah memiliki prestasi dan pengalaman yang diharapkan dibina di SPOBDA maupun SPOBNAS Gorontalo.
“Jadi harapan kami, SPOBDA dan SPOBNAS ini merupakan miniatur dari FORKI itu sendiri karena terdiri dari beberapa perguruan. Dan mereka yang masuk disini itu bukan lagi atlet yang baru dibina dari awal, tapi mereka yang sudah memiliki prestasi dan pengalaman sehingga begitu masuk pelatihan tinggal dipoles dan mereka siap untuk terjun dalam dunia pertandingan level yang lebih tinggi lagi,” jelasnya. (*)












