nusatimes.id – Pemberdayaan masyarakat melalui inkubator bisnis berbasis kewirausahaan coba disosialisasikan mahasiswa KKN Tematik II, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Reksonegoro yang dikenal dengan usaha dodol masyarakatnya.
Sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Inkubator Bisnis Dodol berbasis kewirausahaan dan pengelolaan keuangan sederhana tersebut berlangsung di Aula kantor Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo Rabu 27 Agustus 2025.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr.Lanto Miriatin Amali, S.sos., M.si menyampaikan tiga hal penting terkait tujuan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Inkubator Bisnis.
“Jadi tujuan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada pelaku UMKM ini diantaranya meliputi, pemasaran digital, pengelolaan keuangan sederhana, dan penggunaan aplikasi SIApik untuk pencatatan keuangan UMKM,” kata Dr.Lanto Miriatin Amali, S.sos., M.si, Kamis (28/8/2025).
Kepala Desa Reksonegoro, Noniawaty Pulukadang yang dimintai tanggapannya terkait giat mahasiswa UNG ini mengaku sangat mengapresiasi sekaligus berharap ilmu yang diberikan kepada para pengusaha UMKM di Desa Reksonegoro dapat diterapkan dan berdampak kemajuan usaha masyarakat.
“Saya bersyukur dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dan saya berharap pelatihan ini dapat membantu UMKM, khususnya pengrajin dodol di Desa Reksonegoro, untuk berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Gorontalo, Bonny M, menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM melalui anggaran yang telah disiapkan.
“Kami pemrintah daerah juga sangat mendukung program inkubator usaha dan inkubator digital dengan pelatihan, diantaranya terkait pengelolaan usaha, pembuatan label usaha dan desain kemasan. Serta aspek pendukung lain guna meningkatkan daya saing produk UMKM masyarakat di Kabupaten Gorontalo,” jelasnya.
Inkubator bisnis menyediakan akses ke sumber daya seperti mentor, modal, ruang kerja, dan pelatihan, serta membantu meminimalkan risiko kegagalan dan menciptakan lapangan kerja, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.(*)






