nusatimes.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program-program pembinaan olahraga di berbagai daerah, seperti halnya di Gorontalo yang memiliki Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS).
Monev Kemenpora ke SPOBNAS Gorontalo merupakan agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun. Dimana tujuan turun ke daerah ini berkaitan dengan pendataan dan rekam jejak prestasi olahraga pelajar secara nasional. Atau dapat dipetakan menjadi beberapa hal tujuan utama yakni peningkatkan kualitas atlet, dimana Kemenpora ingi memastikan program pembinaan berjalan efektif untuk menghasilkan atlet berprestasi. Melakukan tes dan penilaian terhadap kemampuan atlet dan kualitas pelatih, dan memastikan pelaksanaan program sesuai dengan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) yang berlaku.
“Jadi test ini kita laksanakan nanti selama tiga hari kedepan, hari ini agendanya adalah tes fisik untuk 2 cabang olahaga yakni atletik dan karate yang masing-maing ada tiga orang atlet. Nah untuk besok itu kegiatannya lebih padat, dari siang sampai sore. pagi akan ada test kesehatan untuk melihat status kesehatannya apakah atlet ini dalam kondisi status sehat atau ada catatan. Dilanjutkan dengan wawancara psikologis namanya tes psikologis nah ini juga untuk mengetahui sisi psikis dari atlet. Terakhir ada test keterampilan yang tidk lain adalah kelanjutan dari test fisik dihari pertama ini,” ungkap Ermawan Susanto, ketua tim pakar Kemenpora yang turun monev ke SPOBNAS Gorontalo, Rabu (26/11/2025).
Monev ini dilaksanakan secara berkala dan terpadu melalui koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.
Secara umum, Kemenpora aktif melakukan monev di berbagai daerah untuk memastikan pembinaan olahraga pelajar berjalan optimal sesuai dengan target peningkatan prestasi olahraga nasional.
Terkait apa yang menjadi output dari kegiatan ini dan apakah akan ada dgradasi bagi atlet yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kemenpora serta apakah berpengaruh dengan pencapaian atlet saat POPNAS kemarin?.
“Hasil dari test kedua ini selain untuk mengetahui status atlet apakah masih memenuhi kriteria fisik, keterampilan, kesehatan dan psikis maka atlet tersebut tetap. Tapi kalau ada hal yang dirasa itu mempengaruhi performa mereka entah dari fisiknya yang turun, keterampilannya yang tidak bagus, kesehatannya yang ada catatan, bisa jadi nanti akan kena degradasi dan semua ini akan kita laporkan ke Kemenpora. Kemudian di tahun 2026 nanti akan ada seleksi lagi untuk mengganti mereka yang tidak ada hasil. Di tahun ini sementara Gorontalo mendapatkan kuota 6 atlet dari dua cabang olahaga, ya mudah-mudahan kuota 6 ini tetap bertahan,” jelasnya.
Sementara itu, pengelola SPOBNAS dan SPOBDA Gorontalo, Zein Mooduto menyambut baik kedatangan tim monev Kemenpora RI dan berharap hasil test yang dilakukan selama tiga hari kedepan hasilnya baik dan bisa menambah kuota atlet binaan SPOBNAS di Gorontalo.
“Harapannya pasti hasil yang baik, bahkan jika perlu kuota Gorontalo dapat bertambah,” harapnya. (*)






