nusatimes.id – Tanggal 13 Februari 2026 jadi hari penuh makna bagi keluarga besar Shokaido Gorontalo. Dalam satu momentum, digelar Kejuaraan Karate se-Provinsi Gorontalo memperebutkan Piala Shokaido, peringatan HUT ke-11 perguruan, sekaligus ulang tahun sang pendiri, Edward E. Tando.
Bertempat di Kabupaten Boalemo, suasana pembukaan berlangsung khidmat namun tetap membara. Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, hadir langsung dan membuka kejuaraan secara resmi. Dukungan pemerintah daerah jadi suntikan moral bagi perkembangan olahraga bela diri di Gorontalo.
Ketua Shokaido Provinsi Gorontalo, Pawennari, SH. MH menegaskan bahwa 13 Februari bukan tanggal biasa. Sejak berdiri pada 13 Februari 2015, Shokaido terus tumbuh dan kini genap 11 tahun berkiprah membina atlet.
“Hari ini sangat istimewa. Kami merayakan 11 tahun perjalanan Shokaido, sekaligus ulang tahun pendiri dan Ketua Dewan Pembina kami, Bapak Edward E. Tando,” ujar Pawennari.
Pesan tegas pun dilontarkan kepada para atlet. Ajang ini disebut sebagai tolak ukur hasil latihan. Tunjukkan teknik terbaik, junjung tinggi sportivitas.
“Menanglah dengan terhormat, dan kalahlah dengan bermartabat.”
Ia juga mengingatkan, meski lambang di dada berbeda, jiwa Bushido tetap satu di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).
Apresiasi untuk Donatur dan Tuan Rumah
Kesuksesan event ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pawennari menyampaikan terima kasih khusus kepada donatur utama, Buyung J. Puluhulawa, yang dinilai punya peran besar dalam terselenggaranya kejuaraan dengan baik.
Apresiasi juga diberikan kepada Wakil Bupati Boalemo yang membuka acara serta Ketua Shokaido Kabupaten Boalemo sebagai tuan rumah pelaksana.
Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar. Lebih dari itu, ajang ini menjadi panggung persaudaraan, mempererat solidaritas antarperguruan karate di Gorontalo — sejalan dengan semangat ulang tahun ke-11 Shokaido dan keteladanan sang pendiri.
Karate bukan hanya soal pukulan dan tendangan. Di Boalemo, 13 Februari menjadi bukti: semangat, loyalitas, dan persaudaraan tetap jadi juara utama.(*)






