nusatimes.id – Festival Olahraga Tradisional Torosiaje 2026 benar-benar jadi magnet! Digelar di Desa Wisata Torosiaje, event ini sukses menyedot perhatian wisatawan sekaligus menghidupkan denyut sport tourism berbasis kearifan lokal.
Sejak hari pertama, atmosfer meriah sudah terasa. Beragam lomba olahraga tradisional tak hanya menyuguhkan hiburan seru, tetapi juga menjadi panggung pelestarian budaya masyarakat pesisir. Warga pun tampil sebagai bintang utama—aktif berpartisipasi dari awal hingga akhir kegiatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar event seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengembangkan sektor sport tourism di daerah.
“Festival olahraga tradisional yang dilaksanakan di Desa Wisata Torosiaje ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menggelorakan olahraga yang menunjang kegiatan sport tourism, sehingga perlu dilaksanakan secara kontinyu dan terintegrasi,” ujarnya.
Menariknya, peran masyarakat begitu dominan. Mereka tidak hanya ikut berlomba, tetapi juga menjadi motor penggerak utama jalannya festival—mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Sementara itu, pemerintah dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) hadir sebagai pendukung, terutama dalam penyediaan hadiah dan bonus.
“Saya melihat peran masyarakat sangat dominan… masyarakat yang merencanakan sampai melaksanakan kegiatan sampai selesai,” tambah Sultan.
Keseruan festival makin memuncak dengan adanya hadiah utama sebesar Rp20 juta. Nilai fantastis ini sukses memacu semangat peserta sekaligus meningkatkan daya tarik bagi para pengunjung yang memadati lokasi acara.
Ke depan, pemerintah berharap gaung festival seperti ini bisa diperluas ke berbagai destinasi wisata lainnya di Gorontalo. Tujuannya jelas—mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Festival Olahraga Tradisional Torosiaje 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu melahirkan event berkualitas. Bukan hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan pariwisata berbasis budaya dan olahraga di Gorontalo. (*)






