nusatimes.id – Klub asal Gorontalo, Panua GFC, tak mau datang sekadar numpang lewat di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. Tim berjuluk Panua itu kini terus mematangkan persiapan jelang bentrok panas di Grup C bersama Balikpapan FC, 757 Kepri Jaya FC, dan Cimahi United.
Atmosfer latihan Panua GFC makin panas dalam beberapa hari terakhir. Seluruh pemain dipacu untuk menjaga kondisi fisik, chemistry, hingga taktikal sebelum bertolak menuju Pulau Jawa.
“Saat ini masih intensif latihan sampai hari Minggu sore. Dan hari Senin tim akan berangkat ke Jakarta via pesawat kemudian naik bus menuju Purwokerto,” ujar official tim, Maman Malik.
Meski tergabung di grup yang dihuni tim-tim kuat dari berbagai daerah, Panua GFC tetap menatap kompetisi dengan penuh keyakinan. Mental tempur dan motivasi pemain menjadi modal utama untuk menaklukkan fase grup.
Maman tak menampik lawan yang akan dihadapi merupakan tim terbaik dari wilayah masing-masing. Namun ia percaya persiapan yang dijalani sejauh ini mampu menjadi bekal penting untuk bersaing.
“Dengan persiapan hingga saat ini dan motivasi para pemain, kami optimis bisa melewati fase grup dengan baik,” tambahnya.
Di sektor kepelatihan, Panua GFC juga bergerak cepat menyesuaikan regulasi nasional. Tim kini resmi diarsiteki Frans Gasper Paraibabo sebagai pelatih kepala dengan dukungan Kamel Dukalang sebagai asisten pelatih.
Kehadiran Coach Frans menjadi solusi penting bagi Panua GFC karena regulasi Liga 4 nasional mewajibkan pelatih kepala memiliki lisensi B Diploma PSSI.
“Karena sesuai regulasi pelatih kepala itu wajib lisensi B Diploma PSSI. Sehingga tim Panua GFC sudah mempunyai pelatih kepala yang berlisensi B Diploma PSSI yakni Coach Frans Gasper Paraibabo,” tutup Maman.
Kini, Panua GFC tinggal menghitung hari menuju panggung nasional. Satu target dibidik: lolos dari Grup C dan membawa nama Gorontalo bersinar di pentas Liga 4 Piala Presiden 2026. (*)






