nasional – Semarak pelaksanaan Pekan Nasional Tani Nelayan (Penas KTNA) 2026 di Provinsi Gorontalo dipastikan akan semakin terasa dengan kehadiran ribuan alat musik tradisional polopalo yang tengah dipersiapkan.
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 6.000 polopalo disiapkan untuk memeriahkan ajang nasional yang akan menghadirkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Kasubbag Umum Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Dahlan Usman, mengatakan pembuatan ribuan polopalo ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan sekaligus memeriahkan pelaksanaan Penas KTNA 2026.
“Ini bagian dari memeriahkan Penas KTNA yang akan dilaksanakan di Gorontalo,” ujar Dahlan Usman, Senin (8/6/2026), di sela-sela proses pembuatan polopalo.
Menurutnya, kehadiran polopalo tidak hanya menjadi elemen hiburan dalam kegiatan tersebut, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya daerah kepada para tamu yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Polopalo sendiri merupakan alat musik tradisional khas Gorontalo yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Hingga saat ini, alat musik berbahan bambu tersebut terus dilestarikan sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Gorontalo.
Dahlan menegaskan, momentum Penas KTNA 2026 menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo kepada masyarakat luas.
“Ini juga bagian daripada melestarikan budaya daerah dan memperkenalkan polopalo kepada tamu-tamu yang akan datang di Penas KTNA nanti,” lanjutnya.
Persiapan ribuan polopalo ini menunjukkan keseriusan Gorontalo sebagai tuan rumah dalam menyambut perhelatan nasional tersebut. Selain menjadi pusat kegiatan pertanian dan nelayan, Penas KTNA 2026 juga diharapkan menjadi panggung besar bagi promosi seni, budaya, dan kearifan lokal Gorontalo.
Dengan dentingan khas polopalo yang akan menggema di arena kegiatan, para peserta dan tamu Penas KTNA 2026 diyakini akan mendapatkan pengalaman berbeda sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. (*)






