Scroll untuk baca artikel
OlahragaTaekwondo

Taekwondo Gorontalo Cetak 36 Wasit Nasional, Siap Perkuat SDM Menuju Ajang Nasional

×

Taekwondo Gorontalo Cetak 36 Wasit Nasional, Siap Perkuat SDM Menuju Ajang Nasional

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Taekwondo Indonesia (TI) Gorontalo terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui program Tri in One yang menggabungkan pelatihan pelatih, Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Poomsae dan Dan, serta pelatihan wasit, Pengprov TI Gorontalo berhasil melahirkan puluhan tenaga teknis yang siap mendukung kemajuan taekwondo di daerah.

Ketua Harian Pengprov TI Gorontalo, Muhamad Ramly, mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga taekwondo di Gorontalo.

“Alhamdulillah, melalui kegiatan Tri in One ini selain pelatihan pelatih dan UKT Poomsae serta Dan, juga dilaksanakan pelatihan wasit. Saat ini Gorontalo sudah memiliki 36 wasit nasional dan satu di antaranya telah berstatus Grade A atau kelas satu. Sisanya berada di Grade B dan Grade C,” ujar Ramly.

Menurutnya, keberadaan puluhan wasit nasional tersebut menjadi modal besar bagi Gorontalo untuk terus berkontribusi dalam pengembangan perwasitan taekwondo di tingkat nasional. Bahkan, dari peserta pelatihan wasit daerah yang mengikuti kegiatan kali ini, Ramly melihat banyak potensi yang dapat mengikuti jejak para seniornya.

“Saya melihat banyak peserta yang memiliki kualitas bagus dan berpotensi memimpin pertandingan. Ke depan mereka bisa kita dorong mengikuti sertifikasi nasional sehingga mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan perwasitan di PB TI,” jelasnya.

Dalam sistem perwasitan taekwondo, wasit Grade C hanya diperbolehkan memimpin pertandingan tingkat daerah. Sementara untuk event yang melibatkan hingga lima provinsi, dibutuhkan wasit Grade B atau wasit nasional yang telah mendapatkan persetujuan dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia. Adapun wasit nasional dapat bertugas pada ajang-ajang bergengsi seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas wasit, program Tri in One juga menargetkan lahirnya pelatih-pelatih baru di Gorontalo. Sedikitnya lebih dari 50 calon pelatih daerah mengikuti kegiatan tersebut.

Ramly berharap para peserta yang telah mendapatkan sertifikasi nantinya dapat membuka unit latihan baru di berbagai wilayah Gorontalo.

“Target kami setelah kegiatan ini, para calon pelatih dapat membuka dojang atau unit latihan baru. Dengan begitu akan semakin banyak atlet usia dini, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA yang bisa direkrut dan dibina melalui olahraga taekwondo,” katanya.

Peningkatan kapasitas SDM taekwondo di Gorontalo dinilai sudah berjalan cukup baik. Namun demikian, Ramly menilai masih diperlukan lebih banyak event dan kejuaraan yang digelar di Gorontalo agar proses pembinaan semakin berkembang.

“Selama ini banyak event nasional berlangsung di luar daerah dan kita tidak selalu mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Padahal jika kejuaraan nasional bisa digelar di Gorontalo, dampaknya sangat besar bagi daerah,” ujarnya.

Menurut Ramly, penyelenggaraan event olahraga berskala nasional tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. Kehadiran atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah diyakini dapat memberikan manfaat langsung bagi sektor UMKM, perhotelan, transportasi, hingga pariwisata.

Karena itu, ia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar Gorontalo bisa lebih sering menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional taekwondo.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah untuk menghadirkan event-event nasional di Gorontalo. Selain meningkatkan kualitas atlet dan SDM olahraga, kegiatan seperti ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberi ruang kreativitas bagi generasi muda Gorontalo,” tutup Ramly. (*)

Apa Komentar Anda?