Nusatimes.id (BONE BOLANGO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi program pengadaan 970 ekor sapi. Proyek dengan total pagu anggaran sebesar Rp8,7 miliar ini mendapat pengawalan dan pendampingan penuh dari pihak Kejaksaan dan Kepolisian guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswati Agus, menjelaskan bahwa saat ini proses pengadaan masih terus berjalan (on process). Ia juga meluruskan sejumlah informasi terkait realisasi anggaran dan rincian harga agar tidak terjadi simpang siur di tengah masyarakat.
“Masa kontrak pengadaan ini berlaku hingga Desember 2026. Kami pastikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun anggaran yang keluar atau dicairkan. Selain itu, sama sekali tidak ada sistem pembayaran uang muka kepada pihak kontraktor,” tegas Roswati. Senin (17/08/2026).
Meski belum ada pencairan dana, pihak penyedia atau kontraktor telah menunjukkan iktikad baik dan kepatuhan administrasi. Kontraktor dilaporkan telah menyetorkan Jaminan Pelaksanaan sebesar 5 persen dari total nilai kontrak, sebagaimana yang diwajibkan dalam aturan baku pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Terkait rincian pagu anggaran sebesar Rp8,7 miliar tersebut, Roswati memaparkan bahwa anggaran itu tidak hanya mencakup pembelian hewan ternak. Jika dikalkulasikan, estimasi anggaran per paket berada di kisaran Rp9 jutaan, sebagaimana harga yang berlaku di Provinsi Gorontalo.
Kehadiran Aparat Penegak Hukum (APH) dalam proses ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah agar program bantuan ini tepat sasaran, akuntabel, dan bebas dari potensi pelanggaran.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian saat ini terus mendorong pihak penyedia untuk segera menuntaskan tahapan administratif.
“Kami dari dinas terkait telah meminta pihak kontraktor untuk segera melengkapi dokumen pengadaan agar tahapan selanjutnya dapat segera direalisasikan sesuai jadwal,” tutup Kepala Dinas.












