Nusatimes.id – Kolaborasi lintas sektor sangat penting dan dibutuhkan agar Bone Bolango bisa mencapai atau meraih predikat kabupaten sehat. Hal ini disampaikan Ketua Harian Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Bone Bolango, Abd. Razak Kuku saat menutup Rapat Koordinasi Percepatan Desa ODF tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2025, di Hotel Yulia Kota Gorontalo, Selasa (8/7/2025).
Razak menyebutkan kolaborasi lintas sektor yang dimaksud antara lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa dan lintas sektor lainnya yang bisa melibatkan diri untuk mendorong Bone Bolango jadi Kabupaten sehat di Provinsi Gorontalo.
Oleh karena itu, kedepan yang menjadi sasaran kita bagaimana bisa merubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa belum hidup sehat, itu akan terbiasa hidup sehat. Selain itu, bagaimana peran daripada lintas sektor OPD terkait untuk bisa bekerja sama menyiapkan dokumen-dokumen pelaksanaan kegiatan yang mereka sudah lakukan.
”Dokumen-dokumen pelaksanaan kegiatan ini yang nantinya akan kita jadikan sebagai dokumen secara keseluruhan untuk kita kirimkan ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan verifikasi agar Bone Bolango bisa menjadi Kabupaten yang bisa disebut dengan Kabupaten Sehat,” terang Razak Kuku.
Olehnya, ia berharap kepada seluruh OPD dan juga pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa termasuk juga Puskesmas, agar bisa bersama-sama untuk berkolaborasi dengan FKKS untuk bagaimana bisa mewujudkan target capaian Kabupaten Bone Bolango ini bisa disebut Kabupaten Sehat.
“Salah satu syarat menjadi Kabupaten Sehat, yaitu bagaimana mewujudkan Kabupaten Bone Bolango itu harus mencapai 90-100% Open Defecation Free (ODF) atau n yang biasa kita sebut dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan,” urai dia.
Razak menambahkan, hal ini menjadi salah satu itikad kita bersama ketika itu bisa berhasil, Bone bolango bisa mencapai ODF 90-100%, maka kemungkinan besar kita bisa masuk sebagai kabupaten yang mengirimkan dokumen untuk diverifikasi untuk menjadi Kabupaten Sehat yang diakui oleh pemerintah pusat.
“Jadi memang tugas kita bagaimana menjadikan Kabupaten Bone Bolango menjadi 90-100% ODF ini sangat berat. Butuh kerja sama dari Pemerintah Desa, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan, dan juga lintas sektor terkait,”ujarnya.
Olehnya itu, lanjut Razak Kuku, salah satu cara yang akan kita lakukan adalah bagaimana untuk mengupayakan komunikasi serta untuk mencari kira-kira permasalahan yang menyebabkan masyarakat sampai masih ditemukan belum menggunakan jamban atau masih buang air besar sembarangan kira-kira permasalahannya dimana.
Ketika permasalahan itu ditemukan dan sudah kita identifikasi, maka ini yang akan kita komunikasikan. Kita carikan solusi bersama dengan lintas sektor yang ada.”Ini yang menjadi salah satu cara kami untuk bagaimana bisa mempercepat pelaksanaan supaya Kabupaten Bone Bolango bisa mencapai ODF 90-100%,”tukas Razak.
Menurutnya, kalau melihat data sejauh ini, mungkin pencapaian ODF ini baru di angka sekitar 40%. Ia yakin dan percaya kalau semua lintas sektor bersama Forum KKS bisa bekerja sama, di tahun 2026 itu kita bisa mencapai di angka 80-95% untuk target capaian ODF yang ada di Kabupaten Bone Bolango.
“Dengan pencapaian tersebut, maka Kabupaten Bone Bolango bisa masuk sebagai nominasi salah satu dari beberapa kabupaten yang menjadi Kabupaten Sehat yang ada di Indonesia,”pungkas Razak Kuku. (Rls)












