Nusatimes.id (Ramadhan)– Puasa Ramadhan tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga mengandung berbagai manfaat bagi kehidupan manusia, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Telaga Moh. Jufriyanto Ika, Senin (16/02/2026).
Menurut Jufriyanto, puasa mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui pengendalian diri secara menyeluruh. Selama berpuasa, seseorang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dituntut untuk menjaga lisan, perbuatan, serta pikiran dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala ibadah.
“Puasa adalah sarana pembentukan karakter. Di dalamnya terdapat nilai kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan yang sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain berdampak pada spiritual, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik. Jufriyanto menjelaskan bahwa puasa membantu tubuh beristirahat dari pola makan berlebihan, memperbaiki sistem metabolisme, serta melatih kedisiplinan dalam mengatur pola konsumsi makanan.
Puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Dengan suasana ibadah yang lebih intens selama Ramadhan, umat Islam cenderung lebih tenang, mampu mengendalikan emosi, dan menjauhkan diri dari perilaku negatif. Kebiasaan beribadah secara rutin dinilai dapat menumbuhkan ketenangan batin dan rasa syukur.
Ia mengimbau masyarakat agar menjalankan puasa dengan tetap memperhatikan kesehatan, khususnya dengan menjaga asupan makanan bergizi saat sahur dan berbuka. Menghindari makanan berlebihan serta mencukupi kebutuhan cairan menjadi hal penting agar ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal.
Puasa Ramadhan, lanjutnya, merupakan ibadah yang sarat makna dan manfaat. Dengan menjalankannya secara ikhlas dan penuh kesadaran, puasa tidak hanya membawa pahala, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup umat Islam secara menyeluruh.











