Scroll untuk baca artikel
Headline

Penyuluh Agama KUA Telaga Jelaskan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

×

Penyuluh Agama KUA Telaga Jelaskan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id – Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dijalankan umat Islam sesuai dengan ketentuan syariat. Untuk menjaga keabsahan puasa, umat Islam perlu memahami perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa selama bulan Ramadhan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Moh. Jufriyanto Ika, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Telaga. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh tentang hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

 

Jufriyanto menjelaskan bahwa makan dan minum dengan sengaja di siang hari Ramadhan merupakan penyebab utama batalnya puasa. Namun, apabila seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan dapat dilanjutkan.

 

Selain itu, memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja melalui lubang yang terbuka, seperti obat melalui mulut atau hidung hingga masuk ke tenggorokan, juga dapat membatalkan puasa. Termasuk di dalamnya adalah tindakan yang bersifat memberi nutrisi menurut pendapat mayoritas ulama.

 

Ia menambahkan bahwa hubungan suami istri di siang hari Ramadhan tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan kafarat bagi pelakunya. “Ini termasuk pelanggaran berat dalam ibadah puasa,” ujarnya.

 

Selanjutnya, keluarnya mani dengan sengaja, baik melalui perbuatan onani maupun rangsangan yang disengaja, juga membatalkan puasa. Begitu pula dengan muntah yang disengaja, yang menyebabkan puasa tidak sah.

 

Bagi perempuan, haid dan nifas yang keluar di siang hari Ramadhan otomatis membatalkan puasa dan wajib diganti di hari lain. Sementara itu, hilangnya akal atau pingsan sepanjang hari juga menyebabkan puasa tidak sah.

 

Jufriyanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga ibadah puasa serta mengisi Ramadhan dengan amal saleh. “Memahami aturan puasa merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan kesempurnaan ibadah Ramadhan,” tutupnya.

 

Apa Komentar Anda?