Scroll untuk baca artikel
Gorontalo

Roadshow Hari Ketiga! Boalemo Tancap Gas Kejar PAD, PKB Jadi Target Utama

×

Roadshow Hari Ketiga! Boalemo Tancap Gas Kejar PAD, PKB Jadi Target Utama

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Roadshow Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah memasuki hari ketiga. Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, memimpin langsung kunjungan kerja ke Kabupaten Boalemo, pukul 10.00 WITA, dan disambut Wakil Bupati Lahmudin Hambali bersama jajaran OPD.

Fokusnya jelas: genjot kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), maksimalkan opsen dan DBH, rapikan retribusi sektor strategis, serta wajibkan pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

PKB Masih Bocor, Data Perlu Dibersihkan

Dalam dialog terbuka, terungkap kepatuhan PKB di Boalemo masih perlu digenjot. Banyak kendaraan tercatat belum bayar pajak, termasuk kendaraan rusak atau tak lagi beroperasi yang bikin data tak akurat.

Solusinya?

Pembebasan denda dan pokok tunggakan PKB, Sinkronisasi dan pembersihan data kendaraan, Sosialisasi masif ke masyarakat. Momentum ini dinilai jadi pintu masuk meningkatkan partisipasi wajib pajak sekaligus merapikan basis data.

QRIS Wajib, Retribusi Diawasi Ketat
Sejumlah langkah taktis langsung disiapkan: Wajib QRIS/non-tunai di seluruh layanan penerimaan, Pengawasan ketat sektor pariwisata, pasar, dan retribusi umum, Optimalisasi opsen pajak untuk dorong pembangunan.

Pelaku usaha, termasuk galian C dan proyek fisik, wajib koordinasi dengan pemda. Layanan perizinan dipangkas agar lebih efektif. Tak kalah penting, integrasi data potensi kendaraan, opsen, dan DBH disiapkan agar target PAD lebih realistis dan terukur.

E-Samsat Direkonsiliasi, Penunggak Diburu
Penguatan sistem jadi kunci. Mulai dari rekonsiliasi data e-Samsat, pertukaran data antar daerah, identifikasi selisih DBH, hingga penyediaan daftar wajib pajak menunggak untuk penagihan aktif.

Semua berbasis satu prinsip: data real time, bukan kira-kira.

Wakil Bupati Lahmudin Hambali menegaskan dukungan penuh terhadap digitalisasi dan penguatan tata kelola penerimaan daerah.

Sementara itu, Danial Ibrahim menegaskan, optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar angka.

“Ini soal membangun sistem yang transparan, tertib, dan berbasis data. Dengan QRIS dan integrasi e-Samsat, kebocoran bisa ditekan dan potensi daerah dimaksimalkan,” tegasnya.

Hari ketiga roadshow ini jadi sinyal kuat: Boalemo siap main cepat, disiplin non-tunai, dan kejar kemandirian fiskal. (*)

Apa Komentar Anda?