Scroll untuk baca artikel
OlahragaPencak Silat

Seleksi Hari Kedua FULL TEKNIS

×

Seleksi Hari Kedua FULL TEKNIS

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id — Seleksi pelatih ekstrakurikuler pencak silat untuk 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki hari kedua, Jumat (25/9/2026).

Jika hari pertama menjadi ajang penjaringan, hari kedua mulai menguras kemampuan teknis para calon pelatih. Materi yang diberikan fokus pada pemantapan teknik kepelatihan dan pemahaman aturan pencak silat.

Ketua Lembaga Pelatih Pengprov IPSI Gorontalo, Dedy Punu, dipercaya PB IPSI untuk memberikan materi sekaligus menjadi salah satu tim penguji dalam proses seleksi tersebut. Menurut Dedy, penguasaan teknik dan aturan pertandingan menjadi modal penting bagi seorang pelatih pencak silat. Apalagi, regulasi pencak silat terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

“Pelatih pencak silat harus benar-benar menguasai teknis dan aturan-aturan yang ada di pencak silat. Karena setiap tahunnya ada saja aturan yang berubah demi kemajuan pencak silat itu sendiri,” kata Dedy.

Dedy tidak bekerja sendirian. PB IPSI menugaskan lima personel untuk menangani proses penjaringan dan seleksi pelatih di Kabupaten Bone Bolango. Selain Dedy, tim tersebut terdiri dari Rochmad C. Ganny, S.Pd., M.Pd. dari Binpres IPSI Gorontalo, Dandi Winardy Datau, S.E. selaku Sekretaris Umum IPSI Gorontalo, serta Hermanto Malik, S.Pd. yang tercatat sebagai Wakil Sekretaris Umum IPSI Gorontalo.

Penugasan tersebut berdasarkan Surat Tugas Nomor ST-38/PB IPSI/IX/2026 tentang pembentukan Panitia Pusat dan Daerah serta Tim Penjaringan dan Seleksi Pelatih Ekstrakurikuler Pencak Silat pada 17 SNT Tahun Ajaran 2026/2027. Surat tugas itu ditandatangani Sekretaris Jenderal PB IPSI Abdul Karim Aljufri di Jakarta pada 21 September 2026.

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 sekaligus tindak lanjut surat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0505/B/C/DM.00.02/2026 tertanggal 11 September 2026 tentang dukungan ekstrakurikuler wajib pada SNT Tahun Anggaran 2026/2027.

Dengan seleksi yang dilakukan secara terstruktur, PB IPSI bersama jajaran IPSI daerah tengah menyiapkan pelatih yang tidak sekadar mampu mengajarkan gerakan dasar, tetapi juga memahami teknik, regulasi, serta prinsip kepelatihan pencak silat.

Targetnya jelas. Ekstrakurikuler pencak silat di SNT tak boleh sekadar menjadi aktivitas tambahan. Dari sana, diharapkan lahir bibit-bibit pesilat baru yang memiliki dasar teknik dan pembinaan yang kuat. (*)

Apa Komentar Anda?