nusatimes.id – Atmosfer panas mulai terasa di kubu PSTI Gorontalo. Tim putra dan putri Gorontalo kini tengah digenjot serius jelang tampil pada Liga Sepak Takraw 2026 yang akan digelar di Mamuju, Sulawesi Barat, mulai 4 Juni 2026.
Gorontalo bakal diwakili oleh STC (Sepak Takraw Club), skuad yang diperkuat sederet atlet jebolan PPLP Gorontalo. Kombinasi pemain muda penuh energi dan pengalaman diyakini menjadi modal penting untuk bersaing di level nasional.
Ketua sekaligus manajer club, Alex Maga mengatakan persiapan terus dimatangkan di bawah arahan tim pelatih Frangky, Hendra Pago, Rizky Djaina, dan Ayu Taha. Keempat pelatih tersebut fokus membangun kekompakan tim, memperkuat fisik pemain, hingga memoles variasi serangan agar STC mampu tampil agresif sejak laga pertama.
“Rencananya, kami kontingen Gorontalo akan bertolak ke Mamuju pada akhir Mei 2026. Timing keberangkatan itu dipilih agar para atlet punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan sekaligus mematangkan chemistry antarpemain sebelum kompetisi resmi dimulai,” ungkap Alex, Sabtu (16/5/2026).
Liga Sepak Takraw Mamuju diprediksi berlangsung ketat. Sejumlah tim dari berbagai daerah dipastikan turun dengan kekuatan terbaik mereka. Namun, STC Gorontalo tak ingin sekadar numpang lewat. Dengan materi pemain jebolan PPLP yang sarat pengalaman turnamen, Gorontalo datang membawa target tampil kompetitif dan mencuri perhatian.
Kini, publik olahraga Gorontalo menanti aksi para penggawa STC di arena. Jika mampu menjaga konsistensi permainan dan mental bertanding, bukan tidak mungkin Gorontalo bakal menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di Liga Sepak Takraw 2026. (*)






