nusatimes.id — Tahun 2026 tinggal menyisakan sekitar tiga bulan. Setelah itu, kalender olahraga memasuki lembaran baru. Pertanyaannya, seperti apa wajah olahraga Gorontalo pada 2027?. Satu istilah mulai mengemuka: “2027 Olahraga Gorontalo Gelap.”
Benarkah demikian?
Jawabannya belum bisa dipastikan. Namun, sinyal kekhawatiran mulai terasa. Pasalnya, 2027 justru diprediksi menjadi tahun yang padat agenda nasional bagi cabang olahraga di Gorontalo.
Pra-PON, PON Beladiri, kejurnas dan sederet agenda lainnya sudah menanti. Event-event tersebut bukan sekadar ajang tampil atau mengirim atlet. Lebih dari itu, sejumlah pertandingan menjadi bagian penting dalam perebutan tiket menuju PON 2028 NTB-NTT.
Artinya, kebutuhan anggaran untuk pembinaan, persiapan atlet, try out, pemusatan latihan hingga keberangkatan menjadi semakin penting. Namun di tengah tuntutan tersebut, muncul kabar kurang sedap soal anggaran olahraga melalui KONI. Alokasi yang tersedia disebut mengalami pemangkasan cukup besar jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya dalam periode yang sama.
Jika benar terjadi, kondisi ini tentu menjadi tantangan serius. Sebab, olahraga tidak bisa hanya mengandalkan semangat atlet. Prestasi membutuhkan program yang terukur, persiapan panjang dan dukungan anggaran yang memadai.
Di sisi lain, perhatian pemerintah terhadap olahraga Gorontalo juga tak bisa dilepaskan dari cerita kelam yang belakangan menjadi bahan perbincangan di berbagai kalangan. Situasi tersebut diduga ikut memengaruhi kepercayaan terhadap tata kelola anggaran olahraga.
Kini, bola ada di tangan pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Apakah kondisi tersebut akan berlanjut hingga 2027? Atau justru ada jalan keluar agar olahraga Gorontalo tetap bisa berlari dan mengejar target prestasi?
Satu hal pasti, 2027 bukan tahun untuk sekadar hadir di arena. Atlet-atlet Gorontalo membutuhkan dukungan maksimal karena tiket menuju PON 2028 mulai diperebutkan.
Jika persoalan anggaran tak kunjung mendapat titik terang hingga penghujung 2026, kekhawatiran tentang “olahraga Gorontalo gelap 2027” bukan lagi sekadar selentingan.
Tapi sekali lagi, apa iya? Jawabannya akan ditentukan oleh langkah yang diambil dalam beberapa bulan ke depan. (*)






