nusatimes.id – Atmosfer Ramadan di Gorontalo bakal makin semarak. Sebanyak sembilan jenis acara dan lomba dipastikan akan meramaikan Festival Tumbilotohe Mulolo Gorontalo 2026 yang digelar pada 17–18 Maret 2026 mulai pukul 15.30 WITA.
Pusat kegiatan festival tahun ini dipusatkan di Desa Tenilo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Event ini diprediksi bakal menyedot perhatian masyarakat karena memadukan olahraga, tradisi, dan hiburan rakyat dalam satu panggung besar.
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian adalah Tumbilotohe Run, lomba lari yang siap memanaskan suasana festival. Selain itu, berbagai kegiatan unik dan bernuansa tradisional juga akan digelar, mulai dari bazar Ramadan dan pasar murah, demo masak kue tradisional Gorontalo, lomba bedug, lomba bunggo, lomba cukur kelapa, lomba busana muslim anak-anak, hingga sosialisasi QRIS oleh Bank Indonesia Gorontalo.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan, festival tahun ini mengusung tema “Tumbilotohe Mulolo”, yang berarti menghidupkan kembali suasana Gorontalo tempo dulu.
Menurutnya, konsep ini sengaja dihadirkan untuk membangkitkan kembali memori masyarakat terhadap tradisi dan kearifan lokal yang pernah hidup kuat di tengah masyarakat Gorontalo.
“Tema Tumbilotohe Mulolo ini adalah semangat kembali ke zaman dulu. Jadi atraksi-atraksi yang ditampilkan adalah atraksi yang membangkitkan kembali ingatan kita pada suasana Gorontalo tempo dulu,” ujar Sultan.
Tak hanya lomba dan atraksi tradisional, panggung hiburan juga bakal dipenuhi berbagai penampilan bernuansa religi dan budaya. Mulai dari lagu-lagu religi, tarian tradisional, musik gambusi, hingga hiburan Islami lainnya yang siap menghangatkan suasana Ramadan.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Parekrafpora, Bank Indonesia, serta masyarakat Desa Ayula Tinelo. Persiapan kegiatan sendiri telah dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar pemerintah daerah.
Sultan pun mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan festival ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan Ramadan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Budaya daerah harus terus kita jaga agar anak cucu kita nanti tetap mengenal tradisi khas Gorontalo,” pungkasnya. (*)






