nusatimes.id – Grand Final Pemilihan Putra Putri Wastra Provinsi Gorontalo 2026 menjadi momentum strategis untuk mempromosikan Karawo sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Kegiatan yang digelar MM Karawo Agency Provinsi Gorontalo tersebut resmi dibuka Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Romi Moge, MPA, yang mewakili kepala dinas, di Hotel Aston Gorontalo, Minggu (11/10/2026).
Sebanyak 98 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Provinsi Gorontalo, para sponsor, dewan juri, finalis, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Romi menyampaikan apresiasi kepada MM Karawo Agency atas inisiatif dan komitmennya dalam mengangkat kekayaan wastra daerah, khususnya Karawo, agar semakin dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, pemilihan Putra Putri Wastra tidak sekadar menjadi ajang kompetisi dan unjuk penampilan. Kegiatan ini juga merupakan wadah bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus mengambil peran dalam menjaga identitas Gorontalo.
“Karawo bukan sekadar produk busana, tetapi merupakan identitas budaya, karya seni, dan kebanggaan masyarakat Gorontalo. Di balik setiap motifnya, terdapat ketekunan, kreativitas, keterampilan, dan kearifan lokal yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Romi menegaskan, pengembangan Karawo perlu dilakukan secara terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi wastra khas Gorontalo tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah, cendera mata berkualitas, atraksi budaya, hingga bagian dari berbagai festival dan promosi pariwisata.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), desainer, serta pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, desainer, dan pengrajin menjadi penting untuk memperluas pasar Karawo sekaligus mendorong lahirnya inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Romi juga mendorong generasi muda agar memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif. Dengan strategi komunikasi yang kreatif dan inovatif, Karawo diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Generasi Muda Jadi Ujung Tombak Promosi
Kepada seluruh finalis, Romi berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, karakter, wawasan budaya, serta kecintaan terhadap Gorontalo selama mengikuti rangkaian pemilihan.
Dia berharap ajang tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, dan mengembangkan potensi diri.
Namun, menurutnya, tantangan sesungguhnya bagi para pemenang justru dimulai setelah kompetisi berakhir.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, tanggung jawab sesungguhnya dimulai setelah malam ini. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi ikon wastra, tetapi juga menjadi duta budaya dan promotor pariwisata yang aktif memperkenalkan Karawo kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap Pemilihan Putra Putri Wastra dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta penguatan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal Karawo sebagai produk kerajinan tradisional, tetapi juga mampu menjadikannya bagian dari tren fesyen modern yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Romi menegaskan, keberlanjutan pengembangan Karawo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan dukungan promosi yang tepat, inovasi desain, dan penguatan kualitas produk, wastra khas Gorontalo berpeluang semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Menutup sambutannya, Romi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Karawo sebagai warisan budaya sekaligus sumber peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Karawo bukan sekadar wastra yang kita kenakan, tetapi identitas yang kita banggakan, warisan yang kita lestarikan, dan peluang ekonomi yang kita kembangkan. Mari jadikan Putra Putri Wastra sebagai generasi muda yang membawa Karawo dan pariwisata Gorontalo semakin dikenal dunia,” tutupnya. (*)






