Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloHeadlineNasionalNusantara

Hari Kedua Visitasi IMTI 2026, Tim Jelajahi Potensi Bahari, Religi hingga Kuliner Gorontalo

×

Hari Kedua Visitasi IMTI 2026, Tim Jelajahi Potensi Bahari, Religi hingga Kuliner Gorontalo

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id — Rangkaian visitasi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Provinsi Gorontalo memasuki hari kedua. Tim visitasi kembali turun langsung meninjau sejumlah destinasi dan fasilitas pendukung pariwisata yang dinilai merepresentasikan kekuatan Gorontalo.

Pada hari kedua, tim menyambangi destinasi wisata bahari, religi, budaya, hingga kuliner. Kunjungan diawali di Wisata Hiu Paus Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Destinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata bahari unggulan Gorontalo. Tim melihat langsung potensi wisata sekaligus aspek pendukung yang berkaitan dengan kenyamanan dan pelayanan bagi wisatawan.

Dari Botubarani, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Walima Emas. Destinasi religi itu menjadi salah satu potensi wisata berbasis keislaman yang dimiliki Gorontalo. Keberadaannya juga memperlihatkan eratnya hubungan antara kekayaan budaya, sejarah dan kehidupan religius masyarakat.

Peninjauan kemudian berlanjut ke Desa Wisata Religi Bubohu Bongo. Kawasan tersebut menawarkan perpaduan wisata religi, budaya dan kehidupan masyarakat desa. Tim melihat potensi wisata berbasis komunitas yang dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata ramah Muslim di Gorontalo.

Selanjutnya, tim mengunjungi Pantai Dulanga. Destinasi pesisir ini memiliki potensi sebagai ruang rekreasi dan wisata keluarga. Tim meninjau daya tarik destinasi sekaligus fasilitas dan layanan yang dapat menunjang kenyamanan pengunjung. Tak hanya destinasi wisata, aspek kuliner dan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian tim IMTI.

Tim meninjau RM Saung Telaga serta City Mall Gorontalo untuk melihat ketersediaan pilihan kuliner dan fasilitas yang dibutuhkan wisatawan selama berada di Gorontalo. Peninjauan sejumlah lokasi tersebut merupakan bagian dari proses visitasi IMTI 2026 untuk melihat secara langsung kesiapan ekosistem pariwisata di daerah. Penilaian tidak hanya melihat daya tarik destinasi, tetapi juga berbagai komponen pendukung yang membentuk pengalaman wisatawan Muslim.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan, visitasi tersebut menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk memperlihatkan potensi pariwisatanya sekaligus mengukur kesiapan daerah.

“Potensi Gorontalo cukup lengkap, dari bahari, religi, budaya hingga kuliner. Visitasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan kita sebagai destinasi yang nyaman bagi wisatawan Muslim,” ujar Sultan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan. Sultan menambahkan, proses visitasi IMTI juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu dibenahi.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata ramah Muslim di Gorontalo tidak hanya berorientasi pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan. Beragam destinasi yang dikunjungi pada hari kedua menunjukkan Gorontalo memiliki modal pariwisata yang cukup lengkap.

Wisata Hiu Paus Botubarani menjadi representasi kekuatan bahari. Masjid Walima Emas dan Bubohu Bongo memperkuat potensi religi serta budaya. Sementara Pantai Dulanga dan sejumlah destinasi kuliner melengkapi pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Visitasi IMTI 2026 pun menjadi momentum untuk menguji sekaligus memperkuat kesiapan Gorontalo dalam membangun ekosistem pariwisata yang semakin ramah, nyaman dan berkualitas bagi wisatawan Muslim. (*)

Apa Komentar Anda?