Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloOlahragasepak takraw

Open Tournament Takraw Simpatana, Jadi Panggung Bibit Atlet Gorontalo

×

Open Tournament Takraw Simpatana, Jadi Panggung Bibit Atlet Gorontalo

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Jangan anggap remeh gelaran Open Tournament Takraw Simpatan Akad. Turnamen yang digelar Remaja Muda Kelurahan Bulotadaan Timur ini mulai menunjukkan taringnya sebagai panggung pembibitan atlet sepak takraw Gorontalo.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar ajang adu ketangkasan di lapangan. Menurut Sultan, Open Tournament Takraw Simpatan Akad yang tahun ini memasuki pelaksanaan kedua secara berturut-turut bisa menjadi pintu lahirnya talenta-talenta baru.

“Harapan kita, ini bukan hanya open tournament biasa. Mudah-mudahan bisa menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet muda atau atlet profesional sepak takraw yang bisa membanggakan Gorontalo,” kata Sultan.

Ia menilai sepak takraw memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Bukan tanpa alasan. Cabang olahraga ini selama beberapa gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi daerah. Karena itu, Sultan melihat turnamen yang berlangsung hingga 30 September tersebut sebagai momentum tepat untuk menjaring bakat-bakat potensial dari kalangan generasi muda.

“Sepak takraw ini merupakan salah satu cabang olahraga yang selalu menyumbangkan emas ketika pelaksanaan PON. Ini tentu menjadi peluang bagi generasi muda yang hari ini akan bertanding,” ujarnya.

Disparekrafpora Siapkan Bonus Juara

Dukungan pemerintah pun tak berhenti pada seremoni pembukaan. Sultan memastikan Disparekrafpora Provinsi Gorontalo akan ikut mendorong dan memfasilitasi pengembangan atlet yang lahir dari turnamen tersebut. Bahkan, bonus bagi para juara disiapkan sebagai bentuk apresiasi. Sultan mengaku telah berkomunikasi dengan panitia dan pihak terkait mengenai dukungan tersebut.

“Insya Allah kita berikan bonus untuk juara. Dari dinas nanti menyediakan anggaran untuk bonus, karena memang ini satu hal yang perlu kita dukung bersama,” tegasnya.

Bagi Sultan, dukungan seperti itu penting untuk memacu semangat generasi muda agar serius menekuni olahraga sepak takraw. Namun ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan turnamen sebagai arena sportivitas dan silaturahmi. Sebab, sepak takraw bukan hanya mengandalkan kemampuan individu. Ketangkasan, kekompakan tim, serta kondisi fisik prima menjadi modal utama untuk bisa tampil maksimal.

“Jadikan ini ajang mencari bakat dan mencari prestasi. Kalau tidak menjadi bakat prestasi, jadikan ini sebagai tempat untuk silaturahmi,” pesan Sultan.

Ia berharap persaingan sengit di lapangan tidak lantas merusak hubungan antarpemain maupun antartim. Menang atau kalah, kata Sultan, semangat persaudaraan harus tetap dijaga. Sebab, dari turnamen seperti inilah bukan hanya prestasi yang bisa lahir, tetapi juga bibit-bibit atlet masa depan Gorontalo.

Dari Bulotadaan Timur, talenta takraw Gorontalo mulai dipoles. Tinggal menunggu siapa yang mampu melompat paling tinggi menuju panggung prestasi. (*)

Apa Komentar Anda?