nusatimes.id – Panggung karate dunia menjadi saksi ketangguhan atlet muda Gorontalo. Zaskia Putri Salurante sukses mengharumkan nama Indonesia setelah merebut medali perunggu pada Kejuaraan Dunia WKF Championships 2026 di Polandia.
Prestasi ini terasa istimewa. Zaskia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali dalam kejuaraan dunia tersebut. Sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa karateka binaan Sekolah Pendidikan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Gorontalo mampu bersaing di level internasional.
Keberhasilan Zaskia pun mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe.
Mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sultan menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangganya atas perjuangan Zaskia yang mampu membawa pulang medali dari ajang bergengsi dunia.
“Mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Zaskia atas raihan prestasi yang diperoleh di Kejuaraan Dunia WKF tahun ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet karate Gorontalo lainnya ke depan,” ujar Sultan, Ahad (18/10/2026).
Bagi Gorontalo, torehan Zaskia bukan sekadar tambahan medali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah memiliki peluang besar melahirkan karateka yang mampu berbicara banyak di panggung internasional.
Apalagi, persaingan di kejuaraan dunia bukan perkara mudah. Para atlet harus menghadapi karateka terbaik dari berbagai negara dengan kemampuan teknik, mental bertanding, dan konsistensi yang teruji.
Di nomor kata perorangan junior, medali emas diraih karateka Jepang, Ito Wakana. Posisi kedua ditempati karateka Austria, Lehner Tahala, sedangkan medali perunggu menjadi milik Zaskia Putri Salurante dari Indonesia dan Tanib Hana Hani dari Mesir.
Jadi Pelecut Semangat Karateka Gorontalo
Apresiasi juga datang dari Ketua FORKI Gorontalo, Danial Ibrahim. Ia berharap keberhasilan Zaskia menjadi suntikan motivasi bagi seluruh karateka di daerah untuk meningkatkan kualitas latihan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Saya dan FORKI Gorontalo mengucapkan selamat buat Zaskia. Semoga prestasi yang diraih ini dapat menjadi penyemangat atlet-atlet karate Gorontalo lainnya untuk berlatih lebih giat dan memberikan prestasi bagi Gorontalo ke depannya,” harap Danial.
Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi karate Gorontalo. Prestasi Zaskia diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemantik lahirnya atlet-atlet baru yang mampu mengikuti jejaknya.
Kini, nama Zaskia Putri Salurante menjadi salah satu kebanggaan olahraga Gorontalo. Medali perunggu dari Polandia menjadi bukti bahwa atlet daerah bisa menembus persaingan dunia.
Langkah Zaskia telah membuka jalan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan agar prestasi di panggung internasional bukan menjadi pencapaian terakhir, melainkan awal dari perjalanan panjang karate Gorontalo menuju level yang lebih tinggi. (*)






