nusatimes.id (Gorontalo) – Dinamika organisasi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Bone Bolango memasuki babak baru. Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung Ahad, 1 November 2026, akan menjadi momentum menentukan arah kepengurusan sekaligus masa depan olahraga biliar di daerah tersebut.
Ketua POBSI Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim, memastikan kesiapan organisasi menggelar musyawarah yang rencananya berlangsung di Oneta Cafe, Bone Bolango.
Zulkifli menegaskan, musyawarah merupakan hal lumrah dalam sebuah organisasi. Selain menjadi bagian dari mekanisme demokrasi organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat pembinaan olahraga biliar.
Ia juga tidak menampik kemungkinan kembali maju sebagai calon Ketua POBSI Bone Bolango pada periode berikutnya.
“Musyawarah adalah hal yang lumrah di dalam organisasi, termasuk di POBSI Bone Bolango,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, olahraga biliar di Bone Bolango memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap secara maksimal sehingga membutuhkan perhatian dan pembinaan yang lebih serius.
“Olahraga biliar di Bone Bolango sejatinya punya potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Namun, karena masih belum digali lebih dalam lagi,” kata Zulkifli.
Karena itu, Muscab kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan program kerja konkret untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas partisipasi atlet, serta mendorong prestasi biliar Bone Bolango.
Kini, perhatian tertuju pada pelaksanaan Muscab. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin POBSI Bone Bolango, tantangan utamanya adalah menggali potensi atlet dan membawa olahraga biliar daerah tersebut semakin kompetitif. (*)







