Scroll untuk baca artikel
Dispora ProvinsiGorontalo

Silaturrahim Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, KONI–KORMI–NPC Satukan Langkah 2026

×

Silaturrahim Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, KONI–KORMI–NPC Satukan Langkah 2026

Sebarkan artikel ini
oplus_0

 

nusatimes.id – Mesin olahraga Gorontalo mulai dipanaskan sejak awal tahun. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi program keolahragaan 2026 bersama tiga pilar utama olahraga daerah, yakni KONI, KORMI, dan NPCI, Senin (19/1/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas Parekrafpora, Kompleks Blok Plan, itu membahas penyerapan anggaran triwulan pertama sekaligus belanja hibah KONI, KORMI, dan NPC tahun anggaran 2026. Fokusnya jelas: sinkronisasi program di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah.

Ridwan Bobihoe yang mewakili Ketua KONI Provinsi Gorontalo mengungkapkan rencana strategis KONI, salah satunya terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Menurutnya, Porprov berpeluang digelar setelah KONI Gorontalo mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat.

“Porprov masih menunggu hasil Rakernas KONI Pusat. Setelah itu baru kami finalkan langkah selanjutnya,” ujar Ridwan.

Dari sisi olahraga masyarakat, Nirwan selaku perwakilan KORMI menilai alokasi anggaran yang diterima masih jauh dari ideal. Pasalnya, KORMI menanggung banyak agenda tahunan, mulai dari Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) hingga kegiatan ikonik seperti festival karapan sapi yang rutin digelar pemerintah provinsi.

“Forprov tetap jalan, begitu juga kegiatan lain yang dibebankan ke KORMI. Tapi memang anggarannya sangat minim,” ungkap Nirwan.

Forprov sendiri dijadwalkan tetap digelar tahun ini dan dipusatkan di Kabupaten Boalemo, dengan pelaksanaan di beberapa titik lokasi.

Sementara itu, Ketua NPCI Provinsi Gorontalo, Yusri Adam, berharap ada tambahan anggaran untuk mendukung program pembinaan atlet disabilitas. Menurutnya, NPC memiliki agenda padat sepanjang tahun yang membutuhkan dukungan finansial memadai.

“Kami berharap anggaran NPC bisa ditambahkan sedikit agar seluruh program bisa berjalan maksimal,” kata Yusri.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa anggaran olahraga telah melalui proses pembahasan panjang, mulai dari tingkat OPD, TAPD, hingga Banggar DPRD Provinsi Gorontalo.

“Semua masukan ini kami tampung dulu, yang pasti saat ini anggaran olahraga sudah melewati tahapan pembahasan. Dengan kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi, kami berharap anggaran yang ada bisa diterima dan dimanfaatkan sebaik mungkin, meski memang jumlahnya jauh dari kata cukup,” ujar Sultan usai rapat.

Dengan semangat koordinasi dan kebersamaan, olahraga Gorontalo diharapkan tetap bergerak, bertanding, dan berprestasi di tengah keterbatasan. Lapangan boleh berat, tapi target tetap harus ditendang. (*)

Apa Komentar Anda?