nusatimes.id – Status sebagai tuan rumah tak ingin disia-siakan Kabupaten Boalemo pada Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II KORMI Gorontalo 2026. Dengan kekuatan sekitar 1.000 pegiat, Boalemo memasang target tinggi: keluar sebagai juara sekaligus meloloskan atlet-atlet terbaik menuju FORNAS 2027.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, menegaskan penyelenggaraan FORPROV II bukan hanya menjadi pesta olahraga masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM di kawasan wisata Pantai Bolihutuo.
Menurutnya, kehadiran Gubernur Gorontalo bersama seluruh kontingen kabupaten/kota membawa efek positif bagi geliat ekonomi. Bahkan, banyak pelaku UMKM yang ingin berjualan di lokasi, namun keterbatasan area membuat tidak semuanya bisa tertampung.
“Ini menjadi semangat baru untuk menumbuhkan ekonomi Kabupaten Boalemo, khususnya di kawasan wisata,” ujar Lahmudin usai acara pembukaan Forprov II Boalemo, Jum’at (24/7/2026).
Ia juga berharap seluruh pertandingan berlangsung sesuai aturan sehingga mampu melahirkan pegiat terbaik yang akan dipersiapkan menuju FORNAS 2027. Lahmudin mengingatkan seluruh peserta dan panitia untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersamaan selama tiga hari pelaksanaan.
“Ini olahraga masyarakat, olahraga yang gembira, olahraga yang bahagia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Boalemo, Arman Naway, mengungkapkan tuan rumah menjadi kontingen dengan jumlah pegiat terbanyak. Sebanyak 327 pegiat turun pada nomor resmi, ditambah sekitar 782 atlet di nomor ekshibisi, sehingga total kekuatan Boalemo mencapai sekitar 1.000 peserta.
Dengan modal tersebut, Arman optimistis Boalemo mampu merebut predikat juara umum.
“Sebagai tuan rumah tentu target kami adalah menjadi juara. Selain itu, FORPROV ini menjadi ajang seleksi menuju FORNAS, sehingga kami ingin kembali mengirim pegiat terbanyak mewakili Gorontalo di tingkat nasional,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa pada FORNAS sebelumnya Boalemo menjadi daerah yang paling banyak mengirimkan pegiat dari Gorontalo, yakni sekitar 30 orang. Prestasi itu ingin dipertahankan bahkan ditingkatkan pada FORNAS 2027 di Palu, Sulawesi Tengah.
Arman juga memastikan antusiasme peserta sangat tinggi. Hingga pendaftaran ditutup, tercatat 1.723 pegiat dari seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo siap bersaing pada FORPROV II.
“Sebanyak 1.723 pegiat akan bertanding secara profesional untuk memperebutkan tiket menuju FORNAS. Kami berharap lahir pegiat-pegiat terbaik yang bisa mengharumkan nama Gorontalo di tingkat nasional,” pungkasnya. (*)






