Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Sulam Karawo yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah (PWA) ‘Aisyiyah Gorontalo.
Kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan perajin Sulam Karawo di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Darul Arqam tersebut dihadiri oleh Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Nurlaila Lamatenggo, yang hadir mewakili Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam mengembangkan Sulam Karawo, sekaligus mendorong lahirnya perajin-perajin baru yang mampu melestarikan warisan budaya khas Gorontalo.
Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, memberikan apresiasi atas inisiatif PWA ‘Aisyiyah Gorontalo dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pelatihan Sulam Karawo merupakan langkah positif dalam melestarikan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi dan mendorong lahirnya perajin-perajin Karawo yang semakin kreatif dan produktif,” ujar Sultan Kalupe.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Parekrafpora terus mendorong pengembangan Karawo sebagai salah satu produk ekonomi kreatif unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi produk, peningkatan kualitas serta perluasan promosi.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga akan menyelenggarakan rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo dan Hulonthalo Art and Craft Festival pada 11 hingga 13 September 2026 di GPCC Kota Gorontalo.
Gorontalo Karnaval Karawo merupakan agenda yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Sementara itu, Hulonthalo Art and Craft Festival merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dan Dekranasda Provinsi Gorontalo yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, para perajin Karawo dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring serta meningkatkan daya saing produk lokal.






