Nusatimes.id – Biasanya, ketika polisi mengundang seseorang, yang terbayang adalah ruang pemeriksaan dan sederet pertanyaan yang bisa membuat keringat bercucuran.
Namun suasana berbeda terlihat di Gorontalo, sebab kali ini Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo justru mengundang para pengemudi ojek online (ojol) dan abang-abang bentor hanya untuk “Kopi Bareng”, Jumat 28 Agustus 2025.
Bukan sembarang ngopi, karena dalam pertemuan itu banyak yang mereka bicarakan, mulai dari persoalan kriminalitas, persoalan jalan raya, sampai berbagai masalah yang dirasakan warga.
“Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan agenda silaturahmi yang sudah direncanakan sejak lama. Hanya saja, sering tertunda karena banyak agenda lainnya,” jelas Kapolda.
“Akhirnya, silaturahmi ini terlaksana juga dan dibuat lebih santai dikemas dengan ngopi bareng,” tambahnya.
Menurut Kapolda, pertemuan semacam itu seharusnya tidak berhenti sebagai acara seremonial sekali datang, foto bersama, lalu selesai.
Harus ada kesinambungan, sebab para pengemudi ojol dan bentor bukan cuma tahu jalan tikus dan jalan berlubang, tetapi juga setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai persoalan.
“Agar kami bisa terus mendengar persoalan yang dihadapi para pengemudi di lapangan,” jelas Kapolda.
Menariknya dalam kegiatan itu, pembahasannya tidak hanya soal persoalan kriminalitas, persoalan jalan raya, tetapi juga soal akses pelaporan kepada polisi melalui layanan 110.
Yang mana masyarakat termasuk para pengemudi ojol dan bentor, diminta untuk tidak sungkan memanfaatkan nomor itu ketika membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian.
“Jelas kami sudah menampung aspirasi itu dan sangat penting sekali untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Nah pada kegiatan tersebut juga diselingi dengan pembagian sembako dan cek kesehatan gratis sebagai bentuk tali asih.
Jadi, peserta tidak hanya pulang membawa hasil obrolan, tetapi juga membawa sedikit buah tangan.
“Pertemuan seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan secara berkala dan semoga kegiatan serupa bisa kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak pihak,” tandasnya.***







