nusatimes.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinis Gorontalo terus berupaya mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah, salah satunya dengan menggelar Rembuk yang berlangsung di Manna Cafe, Kota Gorontalo, Selasa (17/6/2025).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rapat kerja kepemudaan lintas sektor yang berlangsung beberapa waktu lalu di kantor Dispora Provinsi Gorontalo. Dimana salah satu topik pembahasan rembuk yakni menyangkut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dengan tema yang diangkat yakni peran pemuda dalam percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo.
Adapun yang menjadi dasar pelaksanaan adalah program Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan wakil Gubernur Idah Sayidah R. Habibie yang selaras dengan program kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo yang bertujuan agar kegiatan ini dapat memberikan ruang kepada generasi muda dalam menyampaikan aspirasi, ide, pemikiran yang konstruktif untuk menciptakan kader-kader pemuda yang berwawasan nasional dan internasional serta generasi muda yang diharapkan mampu menciptakan jaringan informasi komunikasi dan bisnis demi pembangunan daerah.
Kadispora Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim menjelaskan acara ini bertujuan menggali gagasan strategis dari pemuda dengan berbagai latar belakang organisasi kepemudaan di Gorontalo.
“Kegiatan ini mengambil tema peran pemuda dalam percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo. Dimana variabel pembangunan pemuda, seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, hingga partisipasi. Harapan kami, rembuk ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan dinamika kepemudaan di Gorontalo,” ucapnya.
Peserta yang hadir terdiri atas semua organisasi kepemudaan yang di Provinsi Gorontalo dengan narasumber sosok Aleg DPRD Provinsi Gorontalo yang juga mantan ketua beberapa organisasi kepemudaan di Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahijun.
Dari rembuk ini, ada empat poin besar dan penting yang menjadi inti rekomendasi para organisasi kepemudaan peserta rembuk. Sebagaimana program lintas sektor pelayanan kepemudaan Dispora Provinsi Gorontalo berkolaborasi antara legislatif, eksekutif dan OKP serta OKK sebagai peserta rembuk.
“Empat poin utama yang menjadi hasil rembuk yakni pertama terkait penganggaran bagi organisasi kepemudaan, kemudian pelaksanaan bimtek kaderisasi organisasi yang akan diintervensi pemerintah, percepatan lahirnya Perda Kepemudaan dan Olahraga, serta terakhir pemantapan usulan pembangunan gedung pemuda atau rumah pemuda sebagai wadah semua organisasi kepemudaan di Provinsi Gorontalo,” beber Kabid Pemuda, Dispora Provinsi Gorontalo, Yusnan Ahmad usai pelaksanaan rembuk kepada awak media ini.
Dispora Gorontalo optimis bahwa hasil rembuk ini dapat memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah. Dan dengan rekomendasi yang dihasilkan, diharapkan lahir kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan pemuda di segala sektor. (*)












