nusatimes.id – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo tahun 2021 silam menjadi momentum perdana secara nasional sosok Ketua KONI dijabat oleh seorang dokter spesialis bukan dari kalangan olahragawan atau politisi dan biroktat.
Adalah dr. Irawan Huntoyungo terpilih secara aklamasi saat itu sebagai Ketua KONI Kabupaten Gorontalo periode 2021-2025. Dengan tag line ‘Pantang Menyerah’, mantan Direktur RS. MM. Dunda Limboto tersebut sukses menjadikan KONI menjadi organisasi yang mandiri, serta tak hanya bergantung kepada pemerintah daerah. Dan menjadikan dana hibah dari pemerintah daerah, sebagai perangsang untuk mengelola kegiatan di setiap Cabang Olahraga (Cabor).
Kehadiran dokter spesialis tulang (Orthopaedi) itu sebagai Ketua induk organisasi olahraga di Kabupaten Gorontalo akhirnya mampu memberi warna baru pembinaan prestasi olahraga daerah. Terbukti pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), Kabupaten Gorontalo berhasil menjadi juara umum dua perolehan medali.
Dengan gaya milenial, Irawan harus mampu menciptakan inovasi baru demi peningkatan pembinaan prestasi dan tata kelola organsiasi yang sekaligus juga merangsang semua cabang olahraga untuk berbuat yang terbaik bagi daerah.
dr. Irawan Huntoyungo sendiri merupakan dokter kelahiran 11 November 1977. Ia mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan menyelesaikan studinya tahun 1996. Kemudian, ia melanjutkan studi mageisternya di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar di bidang kesehatan. Irawan lulus dengan gelar M.Kes pada tahun 2013. Dan sembari melanjutkan magister kesehatan, Irawan juga mengambil spesialis Orthopaedi dan lulus pada tahun 2015.
Namun meski demikian, dinamika dalam tubuh organisasi olahraga juga dirasakan sosok suami dari Rini Karim ini. Ya, resufle pengurus juga sempat terjadi selang kepemimpinannya sebagai Ketua KONI Kabupaten Gorontalo. Hal yang wajar dalam sebuah organiasi, meski beberapa posisi strategis kepengurusan harus diganti figur yang sejalan dengan gaya kepemimpinan sang ketua.
Masyarakat dan pemerintah Kabupaten Gorontalo juga patut berbaggga sekaligus berterima kasih atas dedikasi pengorbanan dan segala upaya yang telah dilakukan dr. Irawan selama menjabat ketua KONI Kabupaten Gorontalo. Pasalnya, dari total 9 cabang olahraga yang sebelumnya dimiliki, pada era kepemimpinannya sukses menambah 15 cabang olahraga hingga saat ini.
“Kalau dulu kita di Kabupaten Gorontalo hanya punya 9 cabor anggota, saat ini alhamdulillah cabor yang sudah menjadi anggota KONI sudah 24 cabor. Ini tentunya demi target cita-cita kita bersama untuk bagaimana menjadi juara umum pada Porprov 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato,” kata dr. Irawan kepada awak media ini, Rabu (6/8/2025).
Terakhir, sosok yang juga mantan Ketua IDI Kabupaten Gorontalo tersebut menambahkan, dari sudut pandang undang-undang, pemerintah wajib memberikan dana pembinaan kepada KONI sebagai induk organisasi olahraga. Namun, sejatinya dukungan pemerintah itu bukan hanya sebatas anggaran semata, tapi juga dukungan akan motivasi semangat kepada pengurus, pelatih dan atlet agar kedepan KONI dapat meraih sukses yang diharapkan bersama.
“Siapapun ketua KONI yang terpilih nanti saya berharap sosoknya harus tawadu, amanah, dapat mengayomi, dan, membersamai atlet cabang olahraga dalam meraih sukses di masa yang akan datang. Karena sukses cabang olahraga adalah sukses KONI juga,” harap Irawan.
“Hidupkan budaya kerja service excellent. Artinya pelayanan yang memenuhi standar kualitas sehingga sesuai dengan harapan dan kepuasan cabang olahraga,” pungkasnya. (*)










