nusatimes.id – Menyusul semakin dekatnya jadwal penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) terus mematangkan kesiapan di titik-titik peninjauan.
Sabtu (29/8/2026), Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Dr. H. Sultan Kalupe, ST, MT, melakukan pengecekan langsung ke Zona Khas Kawasan Budaya Limboto guna memastikan seluruh aspek siap dinilai. Penilaian IMTI sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3–5 September 2026, hanya beberapa hari lagi.
Semua Harus Siap Maksimal
Dalam peninjauan tersebut, Sultan Kalupe didampingi Deputi Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo Ciptoning, Ketua Kadek’s Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, serta Sekretaris Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo Romi Moge. Tim menelusuri sejumlah titik vital, mulai dari Taman Budaya Limboto, kawasan Food Court, hingga pelataran Masjid Baiturrahman Limboto.
“Pengecekan ini kita lakukan untuk memastikan lokasi Zona Khas Kawasan Budaya Limboto benar-benar siap menerima tim penilai IMTI. Kita ingin ketika tim datang, seluruh aspek yang menjadi bagian dari penilaian sudah dalam kondisi baik, baik dari sisi kebersihan, fasilitas, kenyamanan maupun pelayanan,” tegas Sultan.
Tak Hanya Fasilitas, Pelaku Ekraf Juga Harus Standar
Sultan mengingatkan, penilaian IMTI tak hanya menilai kesiapan fisik kawasan, meliputi kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas umum, hingga kebersihan toilet. Pelaku ekonomi kreatif yang beraktivitas di kawasan pun wajib mematuhi indikator yang ditetapkan, mencakup sertifikasi, standar kebersihan, higienitas, kesehatan, kualitas produk, hingga kualitas pelayanan.
“Jadi bukan hanya kawasannya yang harus siap. Para pelaku ekonomi kreatif juga harus siap. Indikator-indikator yang telah ditetapkan harus diperhatikan, termasuk sertifikasi, kebersihan, higienitas, kesehatan dan pelayanan. Semua ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan,” ujarnya.
Kebersihan Bukan Sekadar Jelang Penilaian
Sultan juga menekankan agar kesiapan yang dibangun saat ini bukan sekadar seremonial sesaat. Seluruh pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan diminta menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan secara berkelanjutan, bukan hanya saat tim penilai datang.
“Semua yang berada dan beraktivitas di kawasan ini punya tanggung jawab yang sama. Kita minta kawasan tetap bersih dan tertata, sehingga saat penilaian berlangsung, seluruh potensi yang ada dapat ditampilkan secara maksimal,” kata Sultan.
Sinergi Seluruh Pihak Kunci Keberhasilan
Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun telah menyatakan dukungan penuh dan kesiapan menerima tim penilai. Dukungan ini melengkapi sinergi yang terjalin antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.
Penilaian IMTI ini diharapkan tak sekadar mengejar peringkat atau nilai, melainkan menjadi pendorong nyata peningkatan standar destinasi, layanan publik, fasilitas ibadah, dan kualitas kesiapan pelaku usaha secara berkelanjutan — meneguhkan posisi Gorontalo sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang berkualitas. (*)






