nusatimes.id – Lantunan shalawat dan lagu-lagu religi menggema di sejumlah ruas jalan Kota Gorontalo saat ratusan warga mengikuti pawai Ketuk Sahur (Koko’o Lotu’s). Tradisi tahunan ini kembali digelar sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadhan, sekaligus wujud solidaritas masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, masyarakat tampak antusias mengikuti pawai, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Sambil membawa potongan bambu yang diketuk berirama, peserta berkeliling kota untuk membangunkan warga agar bersiap menyantap sahur pertama Ramadhan.
Suasana religius semakin terasa dengan iringan lantunan doa dan syair-syair Islami.
“Ketuk Sahur bukan sekadar tradisi membangunkan sahur. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan dakwah yang membumi. Panitia Pelaksana Ketuk Sahur Koko’o Lotu’s menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan nilai-nilai spiritual sekaligus membangun kesadaran sosial, khususnya di kalangan generasi muda,” beber Ketua panitia, Yanti Puluhulawa, Sabtu (31/01/2026).
Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Membangun Komunitas”, Ketuk Sahur Koko’o Lotu’s diarahkan untuk mempererat silaturahim, meningkatkan kesadaran beragama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Tradisi ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.
Secara historis, Ketuk Sahur di Kota Gorontalo bermula dari kebiasaan sederhana yang dilakukan oleh satu atau dua orang dengan mengetuk bambu sambil berjalan. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi pawai besar yang melibatkan banyak elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bentuk pelestarian budaya Islami lokal.
Kegiatan Ketuk Sahur Koko’o Lotu’s dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari 2026 sebagai penanda awal Ramadhan dan 17 Maret 2026 menjelang akhir Ramadhan. Pawai dimulai pukul 22.00 WITA hingga selesai, dengan rute start di Bundaran Tugu Saronde, melewati Jalan Cendrawasih, Jalan Dr. Medi Botutihe, Jalan 23 Januari, Jalan Jalaludin Tantu, Jalan Mayor Dullah, dan berakhir di Jalan Lotu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Generasi Muda Lotu dan Remaja Muda Masjid, dengan sekretariat panitia beralamat di Jalan Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Melalui Ketuk Sahur Koko’o Lotu’s, masyarakat Kota Gorontalo kembali diingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menjaga tradisi religius yang sarat makna dan nilai kebajikan. (*)






