Scroll untuk baca artikel
Nasional

Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Perkuat Daya Beli, Anggaran Capai Rp11,92 Triliun

×

Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Perkuat Daya Beli, Anggaran Capai Rp11,92 Triliun

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id (Jakarta) — Pemerintah terus memperkuat daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus ekonomi. Selain memberikan stimulus berupa diskon transportasi, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan.

Bantuan pangan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk alokasi dua bulan. Program ini membutuhkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ditujukan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan konsumsi rumah tangga di tengah dinamika perekonomian.

“Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menjaga daya beli, khususnya bagi kelompok rentan,” ujar Airlangga.

Airlangga juga meminta pemerintah daerah (pemda) serta kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan, terutama dari sisi logistik dan distribusi agar bantuan tepat sasaran.

“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkasnya.

Peluncuran program tersebut dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Acara ini dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pemerintah berharap program bantuan pangan ini dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Apa Komentar Anda?