nusatimes.id – Usai berganti nama menjadi Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) dari Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), Dispora Provinsi Gorontalo juga merombak total manajemen pengelolaan pusat pembinaan olahraga prestasi pelajar satu-satunya di Gorontalo tersebut.
Informasi yang diperoleh awak media ini, selain akan memperhatikan soal administrasi dan perekrutan atlet pelatih yang memperhatikan rekomendasi induk cabang olahraga. Juga akan lebih ketat melihat berbagai aspek potensi dan evaluasi kinerja atlet serta pelatih dalam kurun waktu tertentu.
“Pengprov cabor saja dilibatkan dalam perekrutan atlet. Tanpa rekom tidak bisa direkrut. Nanti ada sistem degradasi jika tidak berprestasi dan itu jadi wilayah pengprov untuk mengusulkan berdasarkan hasil evaluasi dari tim,” kata pejabat fungsional Dispora Provinsi Gorontalo, Zein Mooduto, Senin (28/4/2025).
Dari sisi pengelolaan SPOBDA Gorontalo sendiri, Kadispora telah mengeluarkan surat keputusan (SK) Pengelola SPOBDA tahun 2025 yang dikoordinir oleh Kasubag Umum Dispora Provinsi Gorontalo Dahlan Thalib, SH.
Dan untuk membangun tugas sebagai pengelola SPOBDA, enam staf ditempatkan untuk membantu yakni Guntur kaluku, S.Ip, Sukardi Ismail, S.Kor,
Fredy Ichsan, S.Ip, Fadilah Idrus, SH, MM, Ramadhan Pahrin, SM, dan Abd Istoni Gani, A.Md.
“Jadi semua sudah di bagi-bagi tugasnya, mulai dari Pelatih, Pengelola, Tenaga Ahli (psikologi, fisik, dokter, gizi), dan yang menangani Administrasi. Sehingga semua ada job masing-masing dan tidak masuk sana-sini,” pungkasnya.












