Scroll untuk baca artikel
DPRD Kab. Gorontalo Utara

Antrean BBM Mengular, Rizal Baja Tawarkan Solusi ke Pertamina

×

Antrean BBM Mengular, Rizal Baja Tawarkan Solusi ke Pertamina

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Gorontalo menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Salah satu solusi yang diusulkan adalah memastikan distribusi atau suplai bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan hingga hari Minggu.

Usulan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Rizal Baja, dalam rapat bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan pihak Pertamina Gorontalo. Dalam pertemuan itu, Rizal hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo.

Dia mengusulkan agar Pertamina tetap mengatur pengiriman BBM ke masing-masing SPBU pada hari Minggu. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan yang selama ini terjadi akibat pola distribusi BBM yang lebih banyak difokuskan hingga Sabtu.

Menurut Rizal, pengaturan jadwal distribusi perlu dievaluasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, termasuk pada akhir pekan.

“Pada rapat bersama pemerintah daerah dan Pertamina, saya mengusulkan agar pada hari Minggu tetap ada pengiriman atau suplai BBM ke masing-masing SPBU di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Rizal.

Dia menilai, distribusi BBM pada hari Minggu bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurai antrean kendaraan. Sebab, jika seluruh kebutuhan masyarakat hanya dilayani melalui suplai hingga Sabtu, potensi penumpukan kendaraan di SPBU sulit dihindari.

Namun, dalam pembahasan tersebut, pihak Pertamina juga menjelaskan bahwa realisasi suplai pada hari Minggu sangat bergantung pada pengaturan kuota dan volume pengisian BBM.

Selama ini, kuota distribusi yang tersedia pada dasarnya diatur hingga Sabtu. Meski demikian, terdapat skema pembagian sebagian kuota untuk dialihkan ke hari Minggu. Hanya saja, dalam beberapa pekan terakhir, distribusi lebih banyak dimaksimalkan pada Sabtu agar stok BBM tetap tersedia untuk kebutuhan berikutnya.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah keterbatasan volume pengisian di SPBU. Sebagai contoh, apabila suplai hanya mencapai 8.000 liter, pelayanan dinilai belum cukup efektif untuk mengurai antrean panjang.

Dengan keterbatasan nozzle yang beroperasi, pelayanan kendaraan roda dua dan roda empat hanya dapat dilakukan melalui jalur terbatas. Akibatnya, antrean tetap berpotensi mengular meskipun BBM sudah disalurkan.

Karena itu, Rizal berharap usulan distribusi pada hari Minggu dapat menjadi bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan Pertamina. Pengaturan suplai harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan pelayanan masing-masing SPBU.

Dia menegaskan, persoalan antrean BBM membutuhkan langkah konkret agar masyarakat tidak terus menghabiskan waktu hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Evaluasi pola distribusi, kecukupan kuota, serta pengaturan jadwal pengisian diharapkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan antrean panjang di sejumlah SPBU Kabupaten Gorontalo. (*)

Apa Komentar Anda?