Nusatimes.id (KOTA GORONTALO) – Kongres Nasional V Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) resmi dibuka pada Jumat malam, 6 November 2026, di Aula Yiladia, Rumah Jabatan Wali Kota Gorontalo. Sebanyak 559 peserta hadir langsung memenuhi aula dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026.
Pembukaan dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Dalam sambutannya, Idah menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Bumi Hulondalo. Ia mengajak keluarga besar KKIG untuk terus menjaga adat istiadat, budaya, dan berbagai potensi yang dimiliki Gorontalo.
Kongres tahun ini mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menjaga Persaudaraan, Memperkokoh Persatuan dalam Membangun Negeri” (Dulo Ito de Kongres). Tema tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran warga Gorontalo, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai organisasi, terutama KKIG. Oleh karena itu, saya berharap KKIG dapat terus menjadi mitra pemerintah dan mengambil bagian dalam mendorong pembangunan Provinsi Gorontalo,” ujar Idah.
Idah berharap Kongres Nasional V KKIG dapat melahirkan gagasan dan pemikiran besar untuk mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi kehadiran para peserta yang dinilai turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, rencana penyewaan 250 bentor selama kegiatan berlangsung juga dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pengemudi bentor. Idah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Saat ini kita masih menghadapi musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi ini membutuhkan sentuhan dan bantuan bagi masyarakat. Walaupun bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun yang terpenting ada kepedulian dan upaya kita bersama untuk membantu serta memajukan masyarakat Gorontalo,” tutur Idah.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum KKIG, Sjafrudin Mosii; Sekretaris KKIG, Efendy Payuyu; anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Kamaru; serta perwakilan pemerintah daerah kabupaten/kota. Peserta yang hadir berasal dari DPD dan DPC KKIG Jabodetabek dan berbagai daerah lainnya, serta peserta yang mengikuti secara daring.
Kongres Nasional V KKIG diharapkan tidak hanya memperkuat persaudaraan warga Gorontalo, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan gagasan konkret untuk mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Gorontalo.












