nusatimes.id – Pembinaan pencak silat di Gorontalo terus bergerak agresif. PPS Satria Muda Indonesia (SMI) Komda Gorontalo menggelar kegiatan Training of Trainer dan Ujian Kenaikan Tingkat (TOT-UKT) se Provinsi Gorontalo di SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo dan Pantai Kurnain Gorontalo, Jumat s.d Minggu, 15 hingga 17 Mei 2026.
Agenda ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelatih sekaligus menyatukan standar teknik dan jurus baku di seluruh wilayah pembinaan PPS SMI.
Kegiatan tersebut diikuti total puluhan peserta yang terdiri dari panitia, pelatih dan pesilat dari berbagai daerah. Tercatat, panitia berjumlah 10 orang, pelatih 5 orang dan peserta mencapai 50 orang. Sementara komwil yang terlibat berasal dari Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.
Sekretaris PPS Satria Muda sekaligus pemegang sabuk Pendekar Muda Madya, H. Angio, menegaskan bahwa TOT-UKT bukan sekadar latihan teknis biasa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah serius untuk memperkuat kualitas pembinaan pesilat di Gorontalo.
“Keseragaman jurus penting agar pembinaan atlet berjalan konsisten dan marwah perguruan tetap terjaga. Pelatih yang kompeten adalah kunci lahirnya pesilat unggul yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujar H. Angio.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap jurus dalam perguruan telah dibakukan oleh senior dan dewan guru berdasarkan filosofi serta keahlian mendalam.
“Perubahan terhadap jurus baku tidak dibenarkan, dan pelatih wajib mengacu pada buku merah sebagai pedoman resmi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PPS SMI Komda Gorontalo, Sulyanto Pateda, menyebut TOT-UKT sebagai wadah strategis untuk membangun profesionalisme pengurus dan pelatih.
“TOT-UKT menjadi tempat mengasah kemampuan bela diri sekaligus menanamkan disiplin, sportivitas dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi sekaligus pelestari budaya bangsa,” kata Sulyanto selaku Pemegang Sabuk Pendekar Muda Taruna.
Menurutnya, Ujian Kenaikan Tingkat yang digelar bersamaan juga menjadi instrumen evaluasi objektif bagi pelatih dan pengurus. Standar penilaian diterapkan ketat dengan menekankan kualitas, disiplin dan integritas.
Tak hanya fokus pada peningkatan kemampuan teknik, kegiatan ini juga membawa misi besar menyiapkan generasi atlet pencak silat berkelas dunia dengan tetap berpegang pada Janji Satria Muda Indonesia.
Melalui TOT-UKT, PPS SMI Komda Gorontalo menargetkan lahirnya pesilat tangguh, berkarakter dan berbudaya yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Dengan tetap berprinsip Musuh jangan dicari bertemu dihindari sekali dimulai titik mati baru berhenti, 1 Musuh terlalu banyak 1000 Kawan terlalu sedikit.
Bela Diri Untuk Bela Bangsa. Satria (*)






