Scroll untuk baca artikel
DaerahPilihan

Aksi Bela Palestina, Massa Aksi Gelar Salat Gaib di Simpang Lima Telaga Gorontalo

1160
×

Aksi Bela Palestina, Massa Aksi Gelar Salat Gaib di Simpang Lima Telaga Gorontalo

Sebarkan artikel ini
aksi bela palestina di Gorontalo
Suasana Aksi Kemanusiaan Bela Palestina di simpang lima Kota Gorontalo, Minggu (9/6/2024). (Foto : Nusatimes.id / Salsa Yusuf)

Nusatimes.id – Barisan Aksi Kemanusiaan Rakyat (BAKAR) Gorontalo kembali menggelar aksi kemanusiaan untuk membela Palestina di Simpang Lima Telaga, Kota Gorontalo, Ahad (9/6/2024).

Aksi ini melibatkan berbagai organisasi dan kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa Gorontalo. Serta mendapatkan pengawalan dari Kepolisian Polresta Gorontalo Kota, guna memastikan keamanan dan ketertiban.

Koordinator Lapangan, Rifaldi Hapili, menjelaskan, bahwa aksi kemanusiaan ini sudah beberapa kali dilaksanakan di lokasi tersebut.

“Ini aksi kemanusiaan yang sudah beberapa kali kita laksanakan di sini, dan aksi ini gabungan dari banyak organisasi, banyak kalangan, ada pelajar dan mahasiswa juga yang gabung,” ujar Rifaldi.

Aksi kemanusiaan ini meliputi sejumlah rangkaian termasuk orasi, musikalisasi puisi, penggalangan dana, salat gaib, sholat magrib dan pembacaan doa untuk warga Palestina. Serta pembakaran atribut dan simbol Israel, yang dianggap sebagai penjahat kemanusiaan.

Rifaldi menjelaskan, bahwa sholat ghaib yang disisipkan dalam aksi tersebut untuk mendoakan ribuan nyawa dari orang-orang tak berdosa, yang menjadi korban peperangan di Palestina.

“Jadi sebenarnya memang sesuai tujuannya sholat ghaib itu untuk mendoakan orang-orang yang sudah meninggal. Jadi kami sisipkan dalam aksi tersebut untuk mendoakan ribuan nyawa dari orang-orang tak berdosa, masyarakat sipil, perempuan, bahkan anak-anak yang jadi korban di Palestina,” ungkap Rifaldi.

Rifaldi juga mengungkapkan, bahwa pembantaian terakhir di wilayah Rafah, yang seharusnya menjadi wilayah steril dan bebas dari peperangan.

“Terakhir itu ketika All Eyes On Rafah itu kan mengemuka karena terjadi pembantaian di wilayah yang seharusnya dilarang untuk terjadinya peperangan. Karena Rafah tersebut merupakan benteng terakhir yang tidak boleh tersentuh perang, karena itu merupakan wilayah steril,” tambahnya.

Suasana Aksi Kemanusiaan Bela Palestina di simpang lima Kota Gorontalo, Minggu (9/6/2024). (Foto : Nusatimes.id / Salsa Yusuf)

Lebih lanjut, Rifaldi menyampaikan, aksi ini kembali menegaskan sikap pemuda Gorontalo untuk konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Jadi sebenarnya kami kembali menegaskan sikap sebagai pemuda di Gorontalo untuk konsisten, untuk mendukung kemerdekaan bagi bangsa Palestina,” tegasnya.

Adapun tujuan dari aksi itu, Kata Rifaldi, untuk menegakkan prinsip kemerdekaan dan kebebasan bagi seluruh manusia di dunia.

“Dan sebenarnya kemerdekaan dan kebebasan bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini, kita menjalankan amanah konstitusi yaitu mendorong penghapusan penjajahan di atas dunia,” tutupnya.***

Apa Komentar Anda?