Scroll untuk baca artikel
GorontaloHeadlineKriminal

Balas Dendam Berujung Penjara, Pelaku Penikaman di Gorontalo Ditahan

×

Balas Dendam Berujung Penjara, Pelaku Penikaman di Gorontalo Ditahan

Sebarkan artikel ini
Kaur penum Bidang Humas Polda Gorontalo, Kompol Henny M. Rahayu (tengah) menunjukkan barang bukti penikaman pada konferensi pers di Polda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (13/6/2024). (Foto : Nusatimes / Salsa Yusuf)

lNusatimes.id – Polda Gorontalo berhasil menangkap pelaku penikaman yang terjadi di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 6 Juni 2024.

Kaur Penum Bidang Humas Polda Gorontalo, Kompol Henny M. Rahayu, mengungkapkan bahwa pelaku tersebut adalah SH alias Opin (22) warga Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo tega menikam korban RP (31) sebanyak empat kali hingga mengalami luka serius.

Kompol Henny M. Rahayu, dalam konferensi persnya, menjelaskan motif dari penikaman tersebut karena balas dendam pribadi antara pelaku dan korban.

“Pelaku ini tidak terima atas perlakuan korban, kemudian si pelaku mengajak beberapa orang temannya untuk mencari si korban. Saat menemukan korban yang sedang tertidur di depan rumah keluarganya, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menggunakan pisau besi putih,” ungkap Kompol Henny, Kamis (13/6/2024).

Lebih lanjut, Polda Gorontalo yang menerima laporan dari keluarga korban langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap SH alias Opin di Polsek Kota Tengah Polres Gorontalo Kota, pada hari yang sama.

Kompol Henny menambahkan, dari pelaku SH, Polda Gorontalo mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau berwarna silver terbuat dari besi dengan ukuran panjang 36 cm. Satu buah sarung pisau yang terbuat dari kayu, satu buah kemeja lengan pendek warna hitam, satu buah celana pendek warna hitam, satu pasang sendal warna putih, dan satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio G warna putih.

Pelaku SH alias Opin, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dikenakan Pasal 2 ayat 1 undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 subs, pasal 351 ayat 1 KUHP pidana dengan ancaman hukuman selama 12 tahun 8 bulan.***

Apa Komentar Anda?