nusatimes.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo dibawah kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie telah melewati 100 hari kerja, dan perubahan kearah lebih baik sudah mulai dirasakan, khususnya di sektor Pemuda dan Olahraga.
Inovasi, dan langkah nyata terlihat dari sektor Pemuda dan Olahraga yang terbilang sangat memuaskan. Ya, program strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga serta pertumbuhan pembangunan pemuda di Gorontalo seakan memiliki nyawa baru yang siap menggebrak pentas nasional dan internasional.
Dari pantauan awak media ini, dari sektor keolahragaan misalnya, banyak hal baru yang tercipta menjadi pemicu lahirnya prestasi olahraga baik dibidang olahraga prestasi, masyarakat dan olahraga disabilitas.
Diantara beberapa terobosan dan inovasi kebijakan Kepemimpinan Gusnar-Idah terlihat dari
Pergub Desain Olahraga Daerah (DOD Gorontalo yang selangkah lagi mencapai titik final, kemudian terkait alih status pembinaan olahraga pelajar dari PPLP ke SPOBDA dan SPOBNAS sesuai harapan pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpora, janji akan event Gorontalo Half Maraton menjadi agenda rutin tahunan yang akhir tahun 2025 akan kembali digelar serta Gorontalo ditunjuk sebagai Tuan Rumah pada kegiatan Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional yang akan dilaksanakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada Tahun 2025.
Selanjutnya adalah pemberian reword atas prestasi atlet di kancah nasional dan internasional yang diwujudkan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Pemanfaatan infrastruktur olahraga lapangan golf Yosonegoro dengan sistem pinjam pakai ke Pemerintah Kabupaten Gorontalo sekaligus pembenahan berbagai fasilitas, serta Geliat olahraga masyarakat yang semakin digandrungi dan perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembangnya olahraga tradisional masyarakat dan olahraga disabilitas.
Dari sektor kepemudaan, kebijakan serta perhatian Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur juga tidak main-main. Pertumbuhan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) kreatif yang positif dengan perpaduan kolaborasi antara eksekutif, legislatif dan organisasi kepemudaan juga mulai sangat terasa.
Bukan hanya itu saja, geliat pertumbuhan organisasi kepemudaan di Gorontalo saat ini cukup dinamis, dengan berbagai bentuk dan fokus kegiatan yang inovatif. Selanjutnya ada program Pertukaran Pemuda Antar Negara yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dijalankan profesional sampai di tingkat Provinsi juga menjadi bagian catatan prestasi kepemimpinan Gusnar-Idah.
Meski demikian, torehan yang telah dicapai saat ini bukan tanpa tantangan dan rintangan. Namun dengan komitmen serta kerjasama berbagai pihak kolaborasi sosok mantan pejabat tinggi di LEMHANNAS dan Aleg DPR RI tersebut mampu merubah warna pembangunan Gorontalo di 100 hari pertama kepemimpinan mereka. (*)












