nusatimes.id – Komitmen Taekwondo Indonesia (TI) Gorontalo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus menunjukkan hasil positif. Program Diklat Tri in One (3 in 1) yang menggabungkan pelatihan pelatih, Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Poomsae dan Dan, serta pelatihan wasit resmi berakhir dengan sukses.
Kegiatan yang digelar Pengprov TI Gorontalo tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan taekwondo daerah, khususnya dalam menyiapkan tenaga pelatih dan wasit yang kompeten menghadapi berbagai agenda penting ke depan.
Ketua Panitia Diklat, Barens Hinta, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian Diklat Pelatih dan Wasit Daerah berjalan dengan baik dan sukses. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kegiatan ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pembinaan Taekwondo dan melahirkan SDM olahraga yang semakin profesional,” ujar Barens.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Diklat 3 in 1 bukan sekadar menambah jumlah pelatih dan wasit bersertifikat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang bagi perkembangan taekwondo Gorontalo.
Barens menegaskan bahwa tanggung jawab besar kini berada di pundak para pelatih dan wasit muda yang telah mengikuti program tersebut. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dalam proses pembinaan atlet maupun pelaksanaan pertandingan.
“Harapannya ilmu yang didapat selama Diklat bisa segera diterapkan di lapangan. Apalagi agenda Pra PON sudah semakin dekat, sehingga kebutuhan akan pelatih dan wasit yang berkualitas menjadi sangat penting,” tambahnya.
Dengan selesainya program Diklat 3 in 1 ini, TI Gorontalo semakin optimistis menghadapi berbagai agenda kompetisi mendatang. Kehadiran SDM yang profesional diyakini akan menjadi modal penting untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi taekwondo Gorontalo di tingkat nasional. (*)






