nusatimes.id – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo (Disparekrafpora) memperkuat sinergi pengembangan kepemudaan di Kabupaten Pohuwato. Koordinasi dan konsolidasi program digelar bersama pemerintah daerah dan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP), Jumat (13/2/2026), di Ruang Rapat Wakil Bupati Pohuwato.
Pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Disparpora Pohuwato, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Gorontalo (KNPI) serta perwakilan OKP se-Kabupaten Pohuwato.
Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis. Pertama, inventarisasi seluruh kegiatan OKP di kabupaten/kota sebagai dasar penyusunan program kepemudaan yang terarah dan terintegrasi. Kedua, mendorong implementasi Peraturan Daerah tentang Kepemudaan melalui tiga fokus utama: peningkatan kapasitas pemuda lewat pelatihan, dukungan pendanaan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran, serta penguatan kolaborasi pemerintah dan pemuda dalam pembangunan.
Sultan menegaskan, koordinasi ini merupakan langkah konkret memperkuat organisasi kepemudaan sekaligus meningkatkan partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
“Pemuda dan aliansi OKP sangat mendukung program pemerintah provinsi. Mereka juga berkomitmen mengajak organisasi kepemudaan di kabupaten/kota lainnya untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Muchlis S. Huntua, menyebut kegiatan ini menjadi momentum sinkronisasi program, khususnya di Bidang Kepemudaan.
Menurutnya, pemuda harus mampu memainkan peran strategis di era digitalisasi, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
“Kegiatan ini untuk menyerap kebutuhan serta menggali potensi pemuda agar mampu berperan aktif di era digitalisasi, ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelasnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan kepemudaan di Pohuwato tidak hanya sebatas wacana, tetapi diarahkan pada program terukur dan kolaboratif demi mendorong kontribusi nyata generasi muda bagi pembangunan daerah. (*)






