nusatimes.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo terhitung mulai pekan ini atau 8 September 2025 akan memulai tahapan pendaftaran peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri tahun 2025.
Tahapan pendaftaran dimulai dengan rapat zoom PB PON Beladiri dan KONI Provinsi se Indonesia yang akan berlangsung Senin 8 September 2025. Tahapan pendaftaran peserta PON Beladiri 2025 secara umum melibatkan persiapan berkas seperti KTP, KTM, KIS/BPJS, dan pas foto, yang kemudian diinput ke sistem pendaftaran oleh KONI Provinsi masing-masing.
“Jadi proses pendaftaran dibagi menjadi beberapa tahap, dimulai dari pendaftaran cabang olahraga dan atlet (longlist) hingga finalisasi data dan verifikasi pada saat Delegation Registration Meetting atau DRM di akhir bulan ini,” kata Ketua KONI Provinsi Gorontalo, MN.H. Fikram Az, Salilama, S.Ip melalui sekertaris umum KONI, Adhi Pala, Ahad (7/9/2025).
Adapun beberapa bocoran informasi terkait tahapan umum pendaftaran peserta PON Beladiri 2025 dimulai dari pengumuman dan sosialisasi. Dimana informasi resmi mengenai pendaftaran akan diumumkan oleh KONI Pusat melalui website resmi dan media sosial.
Pendaftaran Atlet (Longlist). Setiap KONI Provinsi akan melakukan pendaftaran atlet dan ofisial yang akan diikutsertakan. Proses ini akan berakhir diakhir atau diawal bulan Oktober sebelum perhelatan PON Beladiri dimulai. Dimana nanti atlet akan diminta mengumpulkan berbagai berkas persyaratan seperti KTP, KTM, BPJS, pas foto, dan surat keterangan sehat.
“Data atlet dan ofisial yang sudah terkumpul kemudian diinput KONI Provinsi ke sistem pendaftaran yang telah disediakan PB. PON Beladiri. Setelah itu akan dilakukan verifikasi dari KONI Pusat dan kami Provinsi akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan data peserta yang telah diinput,” beber Adhi Pala.
“Setelah verifikasi selesai, daftar peserta resmi akan diumumkan beberapa minggu sebelum pertandingan dimulai. Selanjutnya peserta yang terdaftar akan mengikuti technical meeting untuk membahas aturan pertandingan, drawing, dan hal teknis lainnya,” timpalnya.
Tambah Adhi Pala, setiap KONI Provinsi memiliki tanggung jawab untuk mendaftarkan atlet dan ofisial PON Beladiri sesuai pedoman pendaftaran peserta yang telah diedarkan beberapa waktu lalu. Dan proses pendaftaran dan verifikasi sendiri dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua data akurat dan lengkap.
“Intinya kita KONI hanya mendaftarkan peserta dan memfasilitasi keikutsertaan di PON Beladiri nanti. Soal siapa nanti atlet dan pelatih yang akan diturunkan itu kewenangan masing-masing cabang olahraga,” tambahnya. (*)






