Nusatimes.id (BONE BOLANGO) – Harapan masyarakat Kecamatan Pinogu untuk mendapatkan akses pembangunan jalan yang layak kembali mendapat dukungan kuat. Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga, menegaskan kesiapannya untuk membersamai perjuangan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam membuka jalur pembangunan menuju Pinogu, yang selama ini terkendala status kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).
Pernyataan tersebut disampaikan Syarif usai menerima kunjungan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, bersama Tim Percepatan Pembangunan Pinogu (TP3) di kediaman pribadinya, Senin (10/8/2026).
Syarif menilai perjuangan pembangunan Pinogu tidak semata-mata berbicara tentang jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 2.000 jiwa, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan seluruh warga negara mendapatkan keadilan akses pembangunan.
“Jangankan bicara dua ribu sekian masyarakat yang ada di sana. Satu jiwa saja itu penting untuk kita beri perhatian dan tanggung jawab yang serius dan sungguh-sungguh,” tegas mantan Bupati Pohuwato dua periode tersebut.
Ia mengapresiasi langkah kolektif Sekda bersama TP3 yang dinilainya menunjukkan perkembangan positif. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan utama terletak pada proses perizinan dan koordinasi lintas kementerian karena jalur akses tersebut melintasi kawasan Taman Nasional, selain juga membutuhkan penganggaran yang cukup besar.
“Memang masih ada tahapan dan prosedur yang harus dilakukan. Utamanya ketika berbicara Pinogu, akses yang akan dibangun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan melintasi kawasan Taman Nasional. Ini yang sedang kita bahas dan diskusikan bersama,” ujarnya.
Sebagai wakil daerah di tingkat pusat, Syarif menegaskan komitmennya untuk tidak berpangku tangan. Ia menyatakan siap mengawal koordinasi ke kementerian terkait serta memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo agar rencana pembangunan Pinogu masuk dalam agenda perencanaan dan penganggaran nasional maupun daerah.
Syarif menargetkan, tahapan persiapan dan perizinan ini dapat menunjukkan progres konkret mulai tahun 2026, sehingga pada tahun 2028 mendatang sudah ada kepastian dan intervensi pembangunan fisik secara nyata di wilayah Pinogu.
“Ini perlu kerja bersama, kolektif, punya tanggung jawab dan spirit yang sama. Ketika ada ajakan, sebagai anak Gorontalo tidak ada alasan untuk tidak. Saya siap membersamai dalam proses perjuangan tersebut,” pungkasnya.






