nusatimes.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengapresiasi rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Pohuwato. Selain tentunya menjadi ajang evaluasi pembinaan prestasi, multi event empat tahunan tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet baru yang kedepan dapat berprestasi di PON NTB-NTT 2028 mendatang.
Kadispora Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim kepada awak media ini usai memimpin rapat koordinasi dengan DPRD Kabupaten Pohuwato, Disparpora, Pohuwato, dan KONI Provinsi Gorontalo menuturkan tengah mulai membahas lebih matang lagi mekanisme pelaksanaan PORPROV yang akan dilangsungkan di Pohuwato.
“Tadi kami sudah melakukan rapat koordinasi yang dihadiri langsung ketua DPRD Pohuwato, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pohuwato, dan KONI Provinsi Gorontalo dimana kami membahas bagaimana mekanisme pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi yang merupakan agenda multi event olahraga level provinsi yang dilaksanakan empat tahun sekali dan tahun depan digelar di Pohuwato,” tutur Danial Ibrahim, Selasa (10/6/2025).
Pada rapat tersebut kata Danial juga dibahas beberapa hal mulai dari sisi penganggaran, venue pertandingan dan peralatan perlengkapan hingga terkait penentuan cabang olahraga yang akan dilombakan. Nah, dalam hal penentuan cabang olahraga ia berharap tiga kriteria yang diusulkan pemerintah Provinsi dan Dispora Provinsi dapat menjadi bahan pertimbangan KONI sebagai user pelaksana event.
“Kami berharap tiga kriteria yang perlu kita perhatikan dalam menentukan cabor yang nanti dilombakan di PORPROV tahun depan. Pertama, cabang olahraga yang dilombakan adalah yang banyak diminati oleh masyarakat. Kedua, cabang olahraga yang dilombakan sudah memperoleh prestasi pada PON di Aceh-Sumut tahun kemarin, dan kriteria yang ketiga yakni cabang olahraga yang dilombakan mempunyai potensi untuk mendapatkan medali diajang PON 2028 mendatang,” kata Kadispora.
Dalam juknis dan catatan yang ada, emang ada sekitar 30 cabang olahraga yang direncanakan akan diperlombakan di PORPROV tahun depan, namun dengan kondisi efisiensi anggaran yang sedang dijalani pemerintah daerah, maka harus dipertimbangkan dengan matang apa saja cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PORPROV 2026.
“Kita semua kan tahu saat ini masih efisiensi atau penghematan anggaran, maka kita harus lihat betul cabang olahraga yang nanti pertandingan. Sebab target event ini sebagai ajang pembinaan dan juga sebagai ajang evaluasi kan. Nah kita mengevaluasi Alhamdulillah PON Aceh-Sumut ada 9 cabor yang mendapatkan medali, kedepan dengan adanya PORPROV ini kalau perlu semua cabor yang ikut PORPROV semua bisa mendapatkan medali di PON 2028 nanti,” beber Danial.
Sementara terkait penganggaran PORPROV 2026 sendiri, Danial berharap KONI Provinsi Gorontalo untuk segera mempersiapkan dan mengajukan dokumen perencanaannya ke Pemerintah Provinsi untuk mendapatkan dukungan anggaran.
“Saya juga berharap mekanisme penganggaran harus dimulai dari sekarang dengan memasukkan dokumen perencanaan oleh KONI Provinsi dalam bentuk pengajuan ke pemerintah daerah. Hal ini juga diharapkan dapat dilakukan KONI masing-masing kabupaten kota untuk permohonan dukungan anggaran karena ini pasti mekanismenya melalui hibah, sehingga secepatnya memasukkan dokumen perencanaannya,” saran Kadispora. (*)












