nusatimes.id – Dinamika karate Gorontalo kembali memanas. Pelatih karate senior yang juga mantan atlet, Pony Pakaya, melontarkan kritik tajam terkait status atlet muda berbakat Saskia Putri Salurante yang dinilai tidak lagi membawa kepentingan daerah meski masih mendapat pembinaan dari pemerintah provinsi.
Pony secara terbuka mengakui kualitas dan prestasi Saskia di arena nasional. Namun, ia menyayangkan capaian tersebut tidak membawa nama Gorontalo secara utuh dalam berbagai ajang besar.
“Saya tidak bangga dengan Saskia, karena ia atlet SPOBDA yang sampai hari ini masih dibiayai pemerintah provinsi, tapi di kejurnas membela perguruan. Sementara ia jadi hebat karena dilatih di Gorontalo,” tegas Pony.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia karate daerah. Ia meminta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Gorontalo agar tidak terlena dengan prestasi individu tanpa melihat kontribusi nyata untuk daerah.
“Jangan sampai FORKI Gorontalo tertipu dengan keberadaan Saskia saat ini,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, Pony juga mendesak Ketua FORKI Gorontalo untuk melakukan evaluasi total terhadap pengurus, atlet, hingga jajaran pembina prestasi yang dianggap gagal menjaga arah pembinaan karate daerah. Ia bahkan melontarkan ultimatum keras apabila persoalan tersebut tak mampu diselesaikan.
“Kalau ketua FORKI tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, lebih baik mundur dari jabatannya,” katanya dengan nada tegas.
Pony turut menyoroti fenomena atlet binaan daerah yang justru lebih banyak tampil membawa nama perguruan dibanding daerah atau organisasi resmi karate nasional.
“Setiap kejuaraan dunia hanya membawa nama perguruannya, bukan FORKI Gorontalo. Jangan sampai kita membina atlet yang makan minum di Gorontalo, tapi saat Pra PON malah mewakili daerah lain,” pungkasnya.
Pernyataan keras ini dipastikan bakal memantik polemik baru di tubuh karate Gorontalo. Di tengah prestasi yang terus bermunculan, persoalan loyalitas atlet dan arah pembinaan kini menjadi sorotan utama jelang agenda-agenda besar karate nasional. (*)






