nusatimes.id – Dunia karate Gorontalo kembali memanas. Ketua Binpres FORKI Gorontalo, Ricky Dama, akhirnya buka suara menanggapi berbagai komentar terkait kiprah atlet karate Gorontalo di level nasional hingga internasional.
Dengan nada tegas namun penuh semangat, Ricky meminta publik tidak meragukan komitmen pihaknya dalam membangun prestasi karate daerah.
“Jangan tanya tentang komitmen kami kepada Gorontalo. Jangan ragukan kami. Kami sudah membuktikan dengan membawa Gorontalo meraih medali perunggu dan perak di Popnas,” tegas Ricky kepada awak media ini, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menyoroti kontribusi besar atlet karate Gorontalo, Saskia Putri Salurante, yang menurutnya telah mengharumkan nama daerah lewat sederet prestasi nasional. Bahkan jika melirik kebelakang, atlet binaan SPOBDA Gorontalo telah banyak berkontribusi bagi daerah melalui ajang seperti POPNAS dan Kejurnas.
“Saskia sudah menyumbangkan medali emas tiga kali di Kejurnas antar-PPLP, dan di POPNAS sudah beberapa kali keikutsertaan mewakili Gorontalo berhasil menyumbangkan medali perak dan perunggu. Jadi jangan hanya banyak komentar, tetapi tidak ada bukti untuk karate Gorontalo,” lanjutnya.
Ricky menegaskan, perjuangan pihaknya tidak mudah. Di tengah keterbatasan anggaran, FORKI Gorontalo tetap berupaya membuka jalan agar atlet-atlet daerah bisa tampil di event internasional. Menurutnya, keputusan membawa atlet melalui PB Inkanas bukan tanpa alasan. Selama ini perguruan tersebut dinilai konsisten memberi akses dan peluang bagi atlet Gorontalo untuk bersaing di level dunia.
“Kami sudah mengibarkan Merah Putih di luar negeri. Kenapa harus dipersoalkan? Dengan kondisi tanpa anggaran seperti ini, apa yang harus terjadi?” katanya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa salah satu atlet binaan mereka sukses menembus ranking dunia karate, sesuatu yang menurutnya menjadi kebanggaan besar bagi Indonesia dan Gorontalo.
“Ranking 4 junior dan ranking 34 senior dunia. Satu-satunya atlet Indonesia yang masuk 50 besar dunia,” ungkap Ricky dengan bangga.
Sebagai Ketua Binpres, Ricky mengaku fokus utamanya saat ini adalah mencari solusi agar atlet Gorontalo tetap bisa tampil di panggung internasional meski dengan keterbatasan dukungan dana daerah.
“Kami berupaya mencari jalan agar atlet Gorontalo bisa ikut event-event dunia. Pada akhirnya mereka tetap membawa nama daerah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih bekerja nyata dibanding sibuk berpolemik.
“Kami kerja nyata, bukan karya kata. Yang dibutuhkan itu kontribusi dan pemikiran positif. Harusnya bersyukur masih ada atlet Gorontalo yang berprestasi. Dan saya tidak mau buang-buang energi untuk berpolemik, saya fokus kepada prestasi karate Gorontalo agar bisa berkiprah di duni.,” ujarnya.
Komitmen itu, kata Ricky, sudah dibangun sejak awal terbentuknya Provinsi Gorontalo. Targetnya hanya satu: mempersembahkan prestasi untuk daerah. Menariknya, perjuangan itu belum berhenti. Ricky memastikan dalam waktu dekat atlet karate Gorontalo kembali akan tampil di ajang dunia.
“Malam ini akan berangkat mengikuti Kejuaraan Dunia di Filipina, dan yang memfasilitasi keberangkatan itu adalah Inkans,” tutupnya penuh optimisme. (*)






